DWJ Manajement - PORTAL

Asing Borong BBRI Rp628 Miliar, Saham Bank Jadi Primadona

Oleh: DWJ-Manajement 22 Aug 2026
Asing Borong BBRI Rp628 Miliar, Saham Bank Jadi Primadona

Asing Borong Saham BBRI Rp628 Miliar, Sektor Perbankan Kembali Jadi Primadona IHSG

JAKARTA - Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan gairahnya setelah aliran modal asing atau foreign flow masuk secara masif ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor global terpantau melakukan aksi beli bersih (net buy) yang signifikan, dengan sektor perbankan tetap menjadi magnet utama yang menarik minat para pelaku pasar internasional.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, investor asing mencatatkan net buy mencapai angka Rp974,6 miliar. Angka ini menjadi sinyal positif bagi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), mengingat dominasi saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dalam pergerakan indeks tersebut.

Dari total aliran dana masuk tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI menjadi primadona yang paling banyak diburu. Investor asing tercatat memborong saham BBRI dengan nilai fantastis mencapai Rp628 miliar dalam satu sesi perdagangan. Lonjakan pembelian ini mempertegas posisi BBRI sebagai salah satu instrumen investasi favorit bagi investor asing di Indonesia.

Dominasi Sektor Perbankan di Tengah Aliran Modal Asing

Fenomena masuknya dana asing ini tidak terjadi secara merata di seluruh sektor, melainkan terkonsentrasi pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Sektor perbankan, khususnya bank-bank milik negara (state-owned banks), terus menunjukkan daya tarik yang sulit ditolak oleh investor global.

Mengapa sektor perbankan menjadi primadona? Ada beberapa faktor fundamental yang mendasari kepercayaan investor asing terhadap saham-saham perbankan di Indonesia:

Profitabilitas yang Stabil: Bank-bank besar di Indonesia, termasuk BBRI, secara konsisten mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang kuat setiap tahunnya.

Dividen yang Menarik: Sektor perbankan dikenal sebagai penyumbang dividen terbesar di bursa, yang menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

Ketahanan Ekonomi: Sektor keuangan merupakan tulang punggung ekonomi nasional, sehingga performanya sangat mencerminkan kesehatan ekonomi makro Indonesia.