DWJ Manajement - PORTAL

Asing Masih Net Sell di Sesi 1, tapi Pelan-Pelan Borong Saham Bank

Oleh: DWJ-Manajement 28 Aug 2026
Asing Masih Net Sell di Sesi 1, tapi Pelan-Pelan Borong Saham Bank

Asing Masih Net Sell di Sesi 1, Namun Sektor Perbankan Mulai 'Diborong' Investor

Meski tekanan jual masih membayangi pasar modal Indonesia, pergerakan dana asing mulai menunjukkan tren akumulasi pada saham-saham blue-chip perbankan.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang cukup kontras pada perdagangan sesi pertama hari ini. Di satu sisi, investor asing masih melakukan aksi jual bersih atau net sell yang memberikan tekanan pada pergerakan indeks secara keseluruhan. Namun di sisi lain, terdapat anomali positif yang menarik perhatian para pelaku pasar, yakni mulai munculnya tren akumulasi secara perlahan pada saham-saham unggulan di sektor perbankan.

Berdasarkan data transaksi pasar saham, investor asing mencatatkan nilai net sell sebesar Rp125,08 miliar pada sesi pertama. Angka ini menunjukkan bahwa secara agregat, aliran modal keluar masih mendominasi aktivitas perdagangan di lantai bursa. Tekanan jual ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen global yang belum stabil hingga aksi ambil untung (profit taking) oleh investor yang telah mengamankan posisi di tengah fluktuasi pasar belakangan ini.

Dinamika Aliran Modal Asing di Pasar Saham Indonesia

Aksi jual bersih sebesar Rp125,08 miliar ini mencerminkan sikap hati-hati para investor mancanegara dalam menempatkan dana mereka di pasar berkembang, termasuk Indonesia. Ketidakpastian arah kebijakan moneter global dan volatilitas nilai tukar rupiah seringkali menjadi alasan utama di balik keputusan investor asing untuk mengurangi eksposur mereka di pasar saham domestik.

Meskipun angka net sell tersebut cukup signifikan, para analis mencatat bahwa komposisi saham yang dijual tidak merata di seluruh sektor. Ada pergeseran strategi yang terlihat jelas, di mana investor asing tampaknya mulai melakukan pemilihan saham secara sangat selektif (selective buying). Alih-alih keluar sepenuhnya dari pasar Indonesia, mereka justru mulai mengalihkan fokus pada aset-aset yang dianggap memiliki fundamental paling kokoh dan daya tahan tinggi terhadap guncangan ekonomi.

Sektor perbankan tetap menjadi primadona dan tujuan utama dalam strategi seleksi ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa sektor perbankan tetap menjadi magnet bagi aliran dana asing meski di tengah kondisi net sell:

Fundamental yang Kuat: Bank-bank besar di Indonesia memiliki struktur permodalan yang sangat sehat dan mampu mencatatkan laba secara konsisten.

Likuiditas Tinggi: Saham perbankan kategori blue-chip memiliki likuiditas yang sangat besar, memudahkan investor asing untuk melakukan jual-beli dalam jumlah masif tanpa mengganggu harga secara ekstrem.