DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Sell Rp1,73 T Pekan Lalu, Kompak Lego 10 Saham Ini

Oleh: DWJ-Manajement 13 Jul 2026
Asing Net Sell Rp1,73 T Pekan Lalu, Kompak Lego 10 Saham Ini

Asing Net Sell Rp1,73 Triliun Pekan Lalu, 10 Saham Unggulan Ini Kompak Dilepas Investor Global

IHSG Tetap Tangguh di Zona Hijau Meski Dihantam Aksi Jual Masif Investor Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan resiliensi yang cukup mengejutkan di tengah tekanan arus keluar modal asing yang signifikan. Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), IHSG berhasil ditutup menguat tipis 0,20 persen ke level 5.924,36. Meskipun secara harian kenaikannya terlihat moderat, namun jika ditarik secara keseluruhan dalam periode satu pekan, indeks mencatatkan performa positif dengan penguatan sebesar 0,83 persen.

Namun, di balik penguatan indeks tersebut, terdapat anomali yang menarik perhatian para pelaku pasar. Sepanjang pekan lalu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai yang sangat besar, yakni mencapai Rp1,73 triliun. Fenomena ini menunjukkan adanya divergensi antara pergerakan investor asing dengan kekuatan investor domestik yang menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks saat ini.

Kondisi ini menggambarkan bahwa pasar modal Indonesia saat ini sangat bergantung pada aliran dana dari investor lokal, baik itu institusi domestik maupun investor ritel. Kekuatan beli dari dalam negeri terbukti mampu meredam tekanan jual yang dilakukan oleh manajer investasi global, sehingga IHSG tetap mampu bertahan di zona hijau meskipun dihantam arus keluar modal (capital outflow) yang cukup deras.

Anomali Pasar: IHSG Menguat di Tengah Arus Keluar Modal

Secara historis, aksi jual asing dalam jumlah besar biasanya akan menyeret indeks ke zona merah. Hal ini dikarenakan saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) yang menjadi penggerak indeks umumnya dimiliki oleh investor asing. Namun, apa yang terjadi pada pekan lalu adalah sebuah pengecualian yang menarik untuk dibahas.

Penguatan IHSG sebesar 0,83 persen dalam seminggu menunjukkan bahwa permintaan (demand) dari pembeli domestik jauh lebih besar dibandingkan dengan volume penjualan asing. Para manajer investasi lokal dan investor ritel tampak masih optimis terhadap prospek ekonomi Indonesia, sehingga mereka mengambil kesempatan untuk melakukan akumulasi di tengah aksi profit taking atau relokasi aset yang dilakukan oleh investor global.

Selain itu, beberapa sektor yang sebelumnya mengalami tekanan justru mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah atau rebound. Hal ini memberikan ruang bagi indeks untuk tetap bergerak naik meskipun secara nilai transaksi, aliran dana asing terus mengalir keluar dari pasar saham Indonesia.

Daftar 10 Saham yang Menjadi Target Utama Aksi Jual Asing

Aksi net sell sebesar Rp1,73 triliun tersebut tidak tersebar merata di seluruh saham, melainkan terkonsentrasi pada sejumlah saham-saham berkapitalisasi besar yang sering menjadi incaran portofolio global. Saham-saham ini biasanya memiliki likuiditas tinggi, sehingga menjadi instrumen utama bagi investor asing untuk melakukan penyesuaian portofolio secara cepat.

Berdasarkan data pergerakan pasar pekan lalu, berikut adalah daftar 10 saham yang kompak dilepas oleh investor asing: