Kontradiktif! Asing Net Sell Rp355 Miliar, IHSG Tetap Melaju Hijau: Cek Saham yang Justru Diborong
Fenomena aliran modal keluar tidak menghalangi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), didorong oleh aksi beli domestik dan rotasi sektor.
Pergerakan pasar modal Indonesia pada perdagangan Senin, 18 Agustus 2026, menunjukkan anomali yang menarik perhatian para pelaku pasar. Di tengah tekanan arus modal keluar atau net sell oleh investor asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil menunjukkan resiliensinya dengan mencatatkan penguatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp355,2 miliar. Angka ini menunjukkan adanya aksi ambil untung atau profit taking dari pemegang saham asing terhadap sejumlah emiten di pasar reguler. Namun, yang mengejutkan adalah indeks utama justru ditutup menguat sebesar 0,75%, sebuah performa yang kontradiktif dengan arus keluar dana asing tersebut.
Anomali Pasar: Mengapa IHSG Tetap Menguat Meski Asing Keluar?
Kondisi di mana IHSG bergerak positif di tengah net sell asing sering kali disebut sebagai fase "divergensi". Fenomena ini biasanya menandakan bahwa kekuatan beli domestik—baik dari investor institusi lokal maupun investor ritel—cukup kuat untuk menahan tekanan jual dari pihak asing. Dalam perdagangan kali ini, dominasi pembeli domestik berhasil menutupi defisit aliran dana asing, sehingga indeks mampu mempertahankan zona hijau.
Para analis menilai bahwa penguatan ini dipicu oleh optimisme terhadap kinerja emiten di sektor-sektor tertentu yang tetap atraktif meskipun sentimen global sedang fluktuatif. Selain itu, adanya rotasi sektor menjadi salah satu kunci utama. Ketika asing mulai melepas saham-saham blue chip berkapitalisasi besar, dana tersebut tidak selalu hilang dari pasar, melainkan bergeser ke saham-saham lapis kedua atau sektor yang dianggap masih undervalued.
Sorotan Utama: Aksi Beli Masif pada SMMA
Salah satu poin penting dalam laporan perdagangan ini adalah adanya aksi beli yang sangat menonjol pada emiten SMMA. Meskipun secara agregat asing melakukan net sell, SMMA justru menjadi salah satu primadona yang mencatatkan net buy terbesar dalam sesi perdagangan tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya minat khusus dari investor, kemungkinan besar didorong oleh ekspektasi kinerja keuangan atau aksi korporasi yang sedang berjalan.
Kehadiran aliran dana masuk pada SMMA di tengah tren outflow umum memberikan sinyal bahwa pasar masih memiliki "pilihan" atau pick and choose. Investor tidak lagi bergerak secara masif ke seluruh pasar, melainkan lebih selektif dalam memilih saham-saham yang memiliki fundamental kuat atau katalis positif jangka pendek.
Daftar Saham yang Justru Menjadi Rebutan Investor