DWJ Manajement - PORTAL

Asing Net Sell Rp943,75 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Oleh: DWJ-Manajement 22 Jul 2026
Asing Net Sell Rp943,75 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Investor Asing Guyur Bursa, Net Sell Tembus Rp943,75 Miliar di Sesi I: IHSG Tertekan

Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas yang tinggi pada perdagangan sesi pertama hari ini. Tekanan jual yang masif dari investor asing menjadi motor utama yang menyeret indeks ke zona merah, mencatatkan penurunan sebesar 0,39 persen pada pembukaan perdagangan. Aksi keluar modal atau outflow yang cukup signifikan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar domestik terkait stabilitas indeks dalam jangka pendek.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun, investor asing mencatatkan nilai net sell atau jual bersih mencapai Rp943,75 miliar hanya dalam sesi pertama saja. Angka ini menunjukkan adanya kecenderungan investor global untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) atau melakukan reposisi portofolio di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi makro yang masih membayangi pasar modal Indonesia.

Tekanan Jual Asing Memukul Indeks di Sesi Pertama

Penurunan IHSG sebesar 0,39 persen ini tidak terjadi tanpa alasan yang kuat. Arus modal keluar yang mencapai hampir satu triliun rupiah dalam hitungan jam merupakan sinyal bahwa sentimen pasar sedang cenderung defensif. Investor asing tampaknya tengah menghindari risiko (risk-off) dan memilih untuk mengamankan likuiditas mereka di instrumen yang dianggap lebih aman.

Fenomena net sell ini berdampak langsung pada pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang biasanya menjadi penggerak utama indeks. Ketika aliran dana asing keluar dari saham-saham unggulan, maka daya dorong indeks untuk menguat menjadi sangat terbatas, bahkan cenderung melemah secara konsisten sepanjang sesi pertama berlangsung.

Para analis pasar modal menilai bahwa tekanan ini bisa dipicu oleh beberapa faktor eksternal, mulai dari dinamika kebijakan moneter global hingga fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika ketidakpastian ini terus berlanjut, dikhawatirkan tekanan jual akan merembet ke saham-saham lapis kedua dan ketiga yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap aliran modal asing.

Chandra Asri dan Dian Swastatika Jadi Sasaran Utama

Dari sekian banyak emiten yang mengalami tekanan, terdapat dua nama besar yang menjadi sorotan utama karena mencatatkan volume penjualan asing paling masif. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Dian Swastatika Century Tbk (DSNG/DSWI) menjadi dua emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada sesi ini.

Aksi jual pada PT Chandra Asri mencerminkan adanya koreksi pada sektor petrokimia dan industri pendukung lainnya yang selama ini menjadi tulang punggung sektor manufaktur. Sementara itu, aksi jual pada PT Dian Swastatika menunjukkan adanya pergeseran minat investor pada sektor energi dan infrastruktur yang selama ini dianggap sebagai sektor yang stabil.

Berikut adalah rincian beberapa emiten yang menjadi target utama aksi jual asing pada sesi I: