DWJ Manajement - PORTAL

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Anjlok

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Anjlok

```html

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Anjlok

Meskipun IHSG mengalami koreksi tajam dan mencatatkan net sell asing secara agregat, terdapat pergerakan akumulasi tersembunyi pada sejumlah emiten pilihan yang kini menjadi incaran investor institusi global.

JAKARTA - Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan volatilitas yang tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan terbaru. Indeks ditutup melemah ke level 6.384,73, atau terkoreksi sebesar 0,88% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Kondisi pasar yang cenderung "merah" ini disertai dengan nilai transaksi yang relatif sepi, yakni berada di angka Rp11,84 triliun. Rendahnya nilai transaksi ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih cenderung bersikap wait and see di tengah ketidakpastian sentimen ekonomi global maupun domestik.

IHSG Tertekan, Arus Modal Asing Keluar dari Pasar Domestik

Berdasarkan data transaksi, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup masif, mencapai Rp510,07 miliar. Tekanan jual dari investor mancanegara inilah yang menjadi salah satu katalis utama merosotnya indeks ke level 6.384,73.

Aksi keluar dari pasar saham Indonesia ini mencerminkan adanya realisasi keuntungan (profit taking) atau mungkin perpindahan aset ke instrumen lain yang dianggap lebih aman di tengah fluktuasi pasar. Namun, yang menarik perhatian para pengamat pasar modal bukanlah penurunan indeksnya secara keseluruhan, melainkan fenomena di balik layar yang dilakukan oleh para pemodal besar.

Di tengah derasnya arus keluar (outflow) secara agregat, terpantau ada anomali menarik. Saat sebagian besar saham terseret arus penurunan, terdapat sejumlah emiten tertentu yang justru "dicicil" atau diborong secara diam-diam oleh investor asing. Strategi ini sering disebut sebagai selective buying atau akumulasi selektif.

Fenomena Akumulasi Selektif: Strategi 'Buy on Weakness'

Mengapa investor asing tetap melakukan pembelian di saat pasar sedang lesu? Para analis menilai bahwa ini adalah strategi buy on weakness. Dalam strategi ini, investor institusi besar memanfaatkan momentum penurunan harga (discounted price) untuk mengumpulkan saham-saham berkualitas tinggi dengan harga yang lebih murah.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa fenomena "borong diam-diam" ini terjadi saat IHSG anjlok: