DWJ Manajement - PORTAL

Awas! Lebih dari 70% Depot Air Minum Isi Ulang Nggak Tak Higienis

Oleh: DWJ-Manajement 28 Jul 2026
Awas! Lebih dari 70% Depot Air Minum Isi Ulang Nggak Tak Higienis

Waspada! 70 Persen Depot Air Minum Isi Ulang Ternyata Tak Higienis, Ini Risikonya bagi Kesehatan

Temuan mengejutkan dari Direktur PKTN ungkap tingginya tingkat kontaminasi bakteri pada depot air minum isi ulang di masyarakat.

Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi air minum isi ulang dari depot telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Harganya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadikannya pilihan utama bagi banyak keluarga. Namun, di balik kepraktisan dan efisiensi biaya tersebut, tersimpan ancaman kesehatan yang sangat serius yang selama ini mungkin luput dari perhatian konsumen.

Sebuah temuan terbaru mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan mengenai standar kebersihan penyedia layanan air minum isi ulang. Data menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen depot air minum isi ulang yang beroperasi saat ini ditemukan tidak memenuhi standar higienitas yang seharusnya. Kondisi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat agar lebih selektif dalam memilih sumber air minum yang mereka konsumsi setiap hari.

Temuan Mengejutkan Direktur PKTN Terkait Keamanan Air

Direktur Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Moga Simatupang, menyoroti masalah krusial terkait keamanan depot air minum isi ulang di tanah air. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa mayoritas depot yang ada saat ini memiliki masalah serius dalam hal sanitasi dan sterilisasi air.

Lebih dari 70 persen depot air minum isi ulang yang diperiksa ditemukan telah terkontaminasi oleh berbagai jenis bakteri. Kontaminasi ini bukan sekadar masalah teknis kecil, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan publik. Hal ini menunjukkan adanya celah besar dalam pengawasan kualitas dan pemahaman pelaku usaha mengenai standar keamanan pangan, khususnya air minum.

Masalah ini menjadi semakin kompleks karena banyak konsumen yang menganggap air yang terlihat jernih secara visual sudah pasti aman untuk dikonsumsi. Padahal, keberadaan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan alat laboratorium yang memadai.

Mengapa Kontaminasi Bakteri Bisa Terjadi di Depot Air Minum?

Tingginya angka kontaminasi pada depot air minum isi ulang tidak terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor teknis dan operasional yang menjadi penyebab utama mengapa air yang seharusnya steril justru menjadi sarang bakteri. Berikut adalah beberapa faktor yang sering ditemukan di lapangan:

1. Perawatan Peralatan Filtrasi yang Buruk

Sistem filtrasi adalah jantung dari sebuah depot air minum. Penggunaan filter pasir, karbon aktif, hingga membran ultrafiltrasi memerlukan perawatan rutin. Jika media filter tidak pernah diganti atau dibersihkan secara berkala, filter tersebut justru akan menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan bakteri yang kemudian ikut terlarut ke dalam air yang dijual ke konsumen.

2. Lampu Ultraviolet (UV) yang Tidak Berfungsi Optimal

Sebagian besar depot menggunakan lampu UV sebagai tahap akhir sterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri. Namun, banyak ditemukan kasus di mana lampu UV sudah redup atau bahkan mati, namun tetap dibiarkan beroperasi. Tanpa radiasi UV yang cukup, proses pembunuhan bakteri tidak akan terjadi secara sempurna, sehingga air yang keluar tetap membawa mikroorganisme hidup.