DWJ Manajement - PORTAL

Bandara Soetta Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Kertajati Jadi Alternatif

Oleh: DWJ-Manajement 07 Sep 2026
Bandara Soetta Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Kertajati Jadi Alternatif

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik, Kemenhub Siapkan Kertajati Sebagai Alternatif Utama

JAKARTA - Operasional penerbangan di pintu gerbang utama Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), mengalami gangguan signifikan menyusul adanya laporan sebaran abu vulkanik yang masuk ke dalam wilayah ruang udara sekitar bandara. Kondisi ini memaksa otoritas penerbangan untuk mengambil langkah tegas demi menjamin keselamatan seluruh penumpang dan kru pesawat.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat dengan menyiapkan sejumlah skema mitigasi. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengarahkan sejumlah penerbangan untuk dialihkan ke bandara alternatif, dengan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (KJT) menjadi pilihan utama untuk menangani arus lalu lintas udara yang terdampak.

Ancaman Abu Vulkanik terhadap Keselamatan Penerbangan

Keputusan penutupan sementara atau pembatasan operasional di Bandara Soekarno-Hatta bukanlah tanpa alasan. Abu vulkanik merupakan salah satu ancaman paling berbahaya bagi dunia penerbangan sipil. Partikel abu yang dihasilkan oleh erupsi gunung berapi terdiri dari material silika, kaca, dan batuan kecil yang sangat abrasif.

Ketika pesawat terbang melewati awan abu, partikel-partikel ini dapat terhisap ke dalam mesin jet. Suhu tinggi di dalam ruang bakar mesin dapat menyebabkan partikel silika tersebut meleleh dan berubah menjadi lapisan kaca yang menempel pada bilah turbin. Hal ini dapat menyebabkan:

Kerusakan Mesin (Engine Flameout): Melelehnya partikel abu dapat mengganggu aliran udara dan pembakaran di dalam mesin, yang berisiko menyebabkan mesin mati mendadak di tengah penerbangan.

Penurunan Visi (Low Visibility): Konsentrasi abu yang tinggi di udara dapat mengurangi jarak pandang pilot secara drastis, terutama saat fase lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing).

Kerusakan Instrumen: Partikel mikroskopis yang masuk ke dalam sistem sensor pesawat dapat mengganggu akurasi instrumen navigasi yang sangat vital bagi keselamatan penerbangan.

Erosi Komponen: Sifat abrasif abu vulkanik dapat mengikis permukaan kaca kokpit dan bagian-bagian sensitif lainnya pada badan pesawat.

Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan bersama dengan AirNav Indonesia terus memantau pergerakan awan abu melalui data satelit dan laporan dari pos pengamatan gunung api guna menentukan status keamanan ruang udara secara real-time.

Kemenhub Siapkan Skema Pengalihan Rute ke Kertajati

Menyadari potensi penumpukan jadwal penerbangan dan kerugian ekonomi akibat keterlambatan (delay) atau pembatalan (cancellation), Kementerian Perhubungan telah menyusun rencana kontinjensi. Fokus utama pemerintah adalah memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga meskipun terjadi kendala di bandara utama.

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, kini diposisikan sebagai "back-up" utama untuk menangani pengalihan pesawat yang seharusnya mendarat di Soekarno-Hatta. Kapasitas infrastruktur Kertajati yang memadai dan landasan pacu yang panjang dinilai sangat mumpuni untuk menerima pesawat berbadan lebar (wide-body) maupun pesawat berbadan sempit (narrow-body).

Mengapa Kertajati Menjadi Pilihan Utama?