DWJ Manajement - PORTAL

Bandara Soetta Tutup, Penerbangan Internasional Dialihkan ke Kertajati-Surabaya

Oleh: DWJ-Manajement • 07 Sep 2026
Bandara Soetta Tutup, Penerbangan Internasional Dialihkan ke Kertajati-Surabaya

```html

Bandara Soetta Tutup, Kemenhub Alihkan Penerbangan Internasional ke Kertajati dan Surabaya

Antisipasi Gangguan Operasional, Pemerintah Siapkan Skema Darurat Jalur Udara Nasional Melalui Bandara Alternatif.

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari sektor penerbangan nasional. Penutupan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang merupakan pintu gerbang utama Indonesia, memaksa pemerintah mengambil langkah darurat. Guna menjaga kelangsungan mobilitas udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mengalihkan arus penerbangan internasional.

Dalam upaya mitigasi risiko dan memastikan tidak terjadi penumpukan penumpang yang masif, Kemenhub telah menetapkan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (KJT) dan Bandara Internasional Juanda Surabaya (SUB) sebagai dua titik utama pengalihan rute. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas udara antara Indonesia dengan negara-negara mitra tetap terjaga meskipun hub utama di Tangerang mengalami kendala operasional.

Kemenhub Siapkan Skema Mitigasi Krisis Penerbangan

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa persiapan pengalihan ini bukan sekadar prosedur teknis biasa, melainkan sebuah manajemen krisis yang melibatkan koordinasi lintas sektoral. Penutupan bandara sebesar Soekarno-Hatta memiliki dampak domino yang sangat besar terhadap logistik, pariwisata, hingga ekonomi nasional. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur di bandara alternatif menjadi prioritas utama pemerintah.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa pihaknya tengah bekerja sama dengan seluruh operator maskapai penerbangan untuk menyusun ulang jadwal terbang (rescheduling). Hal ini bertujuan agar transisi perpindahan rute dari Soekarno-Hatta ke Kertajati maupun Surabaya dapat berjalan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap kenyamanan penumpang.

Pemerintah menekankan bahwa penyiapan bandara alternatif ini akan dilakukan secara dinamis sesuai dengan kebutuhan dan kondisi operasional penerbangan di lapangan. "Kami telah menginstruksikan seluruh otoritas bandara di wilayah alternatif untuk meningkatkan status kesiapan operasional mereka, terutama dalam menangani lonjakan trafik internasional secara mendadak," ujar salah satu pejabat Kemenhub dalam keterangan resminya.

Kertajati dan Surabaya Menjadi Tumpuan Utama

Pemilihan Kertajati dan Surabaya sebagai bandara alternatif bukanlah tanpa alasan. Kedua bandara ini memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai untuk melayani penerbangan skala internasional, meskipun dengan penyesuaian tertentu pada alur logistik dan penumpang.