Perkuat Sektor Riil, Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp 21,41 Triliun, Capai 52,21 Persen Target 2026
Jakarta - Bank Mandiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi nasional melalui pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga periode Juni 2026, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tercatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai fantastis mencapai Rp 21,41 triliun.
Pencapaian ini menunjukkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Dengan angka penyaluran tersebut, Bank Mandiri telah berhasil memenuhi 52,21 persen dari total target penyaluran KUR yang ditetapkan untuk sepanjang tahun 2026. Capaian ini menandakan bahwa performa penyaluran kredit berjalan lebih cepat dibandingkan proyeksi tengah tahun yang biasanya berada di angka 50 persen.
Tak hanya dari sisi nominal, jangkauan manfaat dari program ini juga sangat luas. Tercatat, sebanyak 162.000 pelaku UMKM telah mendapatkan akses permodalan melalui fasilitas KUR dari Bank Mandiri. Langkah ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha kecil untuk naik kelas dan memperluas skala bisnis mereka.
Akselerasi Penyaluran di Tengah Dinamika Ekonomi
Penyaluran KUR yang masif ini menjadi bukti bahwa Bank Mandiri mampu menjalankan perannya sebagai salah satu agen pembangunan nasional di bawah naungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif, penyediaan likuiditas bagi sektor UMKM menjadi sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi domestik.
Pencapaian 52,21 persen pada paruh pertama tahun 2026 ini memberikan sinyal optimisme bagi manajemen Bank Mandiri. Dengan sisa waktu enam bulan ke depan, bank dapat fokus pada strategi akselerasi untuk mencapai atau bahkan melampaui target akhir tahun yang telah ditetapkan. Beberapa faktor yang diduga kuat menjadi pendorong keberhasilan ini antara lain:
Digitalisasi Proses Kredit: Implementasi teknologi digital melalui platform seperti Livin' by Mandiri yang memudahkan pelaku UMKM mengajukan pinjaman secara lebih efisien.
Perluasan Jangkauan Wilayah: Optimalisasi jaringan kantor cabang dan agen Mandiri di pelosok daerah untuk menjangkau pelaku usaha yang selama ini belum tersentuh perbankan (unbanked).