DWJ Manajement - PORTAL

Bank Milik Raksasa Finansial Thailand (BMAS) Mau Rights Issue Rp1 T

Oleh: DWJ-Manajement • 09 Sep 2026
Bank Milik Raksasa Finansial Thailand (BMAS) Mau Rights Issue Rp1 T

BMAS Siap Perkuat Permodalan, Rencana Rights Issue Rp1 Triliun Jadi Sorotan Investor

Bank milik raksasa finansial Thailand ini berencana melepas 2,87 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp350 per saham guna ekspansi bisnis.

Pasar modal Indonesia kembali dikejutkan dengan rencana aksi korporasi besar dari sektor perbankan. PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS), emiten perbankan yang terafiliasi dengan raksasa finansial asal Thailand, secara resmi mengungkapkan rencana untuk melakukan penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung rencana ekspansi bisnis jangka panjang di tengah persaingan industri perbankan tanah air yang semakin kompetitif. Dengan nilai jumbo mencapai Rp1 triliun, aksi korporasi ini diprediksi akan menarik perhatian besar dari para investor domestik maupun asing.

Detail Rencana Rights Issue PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencana rights issue ini melibatkan penerbitan sejumlah besar saham baru yang akan ditawarkan kepada pemegang saham yang ada. Langkah ini merupakan mekanisme yang umum dilakukan oleh perusahaan publik untuk mendapatkan suntikan dana segar tanpa harus menanggung beban bunga seperti pada pinjaman bank konvensional.

Adapun rincian teknis dari rencana penambahan modal tersebut adalah sebagai berikut:

Total Nilai Rights Issue: Rp1 triliun.

Jumlah Saham Baru yang Diterbitkan: 2,87 miliar lembar saham.

Harga Pelaksanaan: Rp350 per saham.

Tujuan Utama: Penguatan struktur permodalan dan mendukung rencana pertumbuhan bisnis.

Harga pelaksanaan sebesar Rp350 per saham akan menjadi titik acuan penting bagi para investor dalam menentukan keputusan untuk mengambil haknya atau justru melepas hak tersebut di pasar sekunder. Pergerakan harga saham BMAS di bursa dalam beberapa pekan terakhir akan sangat menentukan sentimen pasar terhadap efektivitas aksi korporasi ini.