DWJ Manajement - PORTAL

Begini Tanggapan GoTo Usai Gembok Saham Resmi Dibuka

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
Begini Tanggapan GoTo Usai Gembok Saham Resmi Dibuka

```html

Saham GOTO Tertekan Usai Kebijakan Floor Price Rp1 Berlaku, Manajemen Tegaskan Fundamental Tetap Solid

Jakarta – Dinamika pasar modal Indonesia kembali memasuki babak baru menyusul langkah berani Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam mereformasi aturan batas harga terendah atau floor price saham. Kebijakan yang memungkinkan harga saham menyentuh level Rp1 ini langsung memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), emiten teknologi terbesar di tanah air.

Menanggapi penurunan harga saham GOTO yang terjadi pasca pembukaan "gembok" harga tersebut, pihak manajemen GoTo memberikan pernyataan resmi. Meski harga saham di papan perdagangan menunjukkan tren penurunan, manajemen menegaskan bahwa kondisi ini tidak mencerminkan kesehatan fundamental perusahaan yang sebenarnya. GoTo menekankan bahwa fokus utama perusahaan saat ini tetap pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan pencapaian profitabilitas.

Dampak Kebijakan Baru BEI Terhadap Volatilitas Saham Teknologi

Perubahan aturan di BEI mengenai floor price telah menciptakan gelombang volatilitas baru di lantai bursa. Sebelumnya, pembatasan harga terendah dianggap sebagai mekanisme perlindungan untuk mencegah saham jatuh ke level yang dianggap tidak bermakna secara ekonomi. Namun, dengan dibukanya keran harga hingga Rp1, tekanan jual dapat terjadi secara lebih ekstrem tanpa adanya "bantalan" harga yang kuat.

Sektor teknologi, yang secara historis memiliki volatilitas tinggi, menjadi kelompok yang paling terdampak. GOTO, sebagai salah satu saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini, menjadi target utama pergerakan harga tersebut. Para investor, baik institusi maupun ritel, kini memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk melakukan aksi jual hingga ke level harga terendah yang baru.

Namun, para pengamat pasar modal menilai bahwa kebijakan ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar dalam jangka panjang. Dengan adanya fleksibilitas harga, pasar akan bergerak lebih efisien mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran yang murni, meskipun dalam jangka pendek hal ini dapat memicu kepanikan di kalangan investor ritel.

Respons Manajemen GoTo: Fokus pada Realita Bisnis

Menanggapi sentimen negatif yang muncul akibat penurunan harga saham, manajemen GoTo berupaya menenangkan pasar dengan menyoroti kinerja operasional perusahaan. Menurut manajemen, pergerakan harga saham di bursa seringkali merupakan refleksi dari sentimen pasar jangka pendek dan dinamika regulasi, namun tidak selalu berjalan selaras dengan pertumbuhan nilai intrinsik perusahaan.

Manajemen GoTo menyampaikan beberapa poin krusial terkait kondisi perusahaan saat ini:

Pertumbuhan Pendapatan: Perusahaan terus mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan yang berasal dari ekosistem layanan on-demand dan layanan keuangan (fintech).