Beras SPHP Resmi Ganti Nama Jadi 'Beras Kita', Mulai Masuk Pasar 20 Oktober 2026
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengumumkan rebranding beras subsidi SPHP menjadi 'Beras Kita' sebagai langkah strategis memperkuat branding pangan nasional.
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melakukan langkah besar dalam strategi distribusi pangan nasional. Salah satu langkah yang paling menyita perhatian masyarakat adalah perubahan identitas pada komoditas beras subsidi yang selama ini dikenal dengan sebutan Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Mulai akhir Oktober mendatang, beras tersebut akan resmi berganti nama menjadi 'Beras Kita'.
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, dalam keterangannya secara resmi mengumumkan bahwa produk 'Beras Kita' jenis Medium ini dijadwalkan akan mulai tersedia di pasaran dan dapat dibeli oleh masyarakat luas pada 20 Oktober 2026. Perubahan ini menandai babak baru dalam upaya pemerintah untuk mengelola ketersediaan pangan pokok sekaligus memberikan wajah baru pada produk intervensi pasar yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat menengah ke bawah.
Transformasi SPHP Menjadi 'Beras Kita'
Langkah perubahan nama dari SPHP menjadi 'Beras Kita' bukan sekadar pergantian label di atas kemasan. Menurut pihak kementerian, transformasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun citra produk pangan yang lebih dekat dengan masyarakat. Nama 'Beras Kita' dipilih untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan kedekatan emosional antara konsumen dengan produk pangan yang disubsidi oleh negara tersebut.
Meskipun mengalami perubahan nama, pemerintah memastikan bahwa kualitas dan fungsi utama dari beras ini tetap tidak berubah. Beras ini tetap ditujukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen dan memastikan bahwa masyarakat tetap dapat mengakses beras dengan harga terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga pangan global yang tidak menentu.
Zulkifli Hasan menekankan bahwa proses transisi ini telah dipersiapkan dengan matang agar tidak terjadi gangguan pada rantai pasok. "Kami ingin masyarakat merasa bahwa beras ini adalah milik bersama, beras yang disediakan pemerintah untuk menjamin kebutuhan dasar kita semua," ujarnya dalam sesi konferensi pers terkait kebijakan pangan terbaru.
Tetap Mempertahankan Identitas SPHP
Salah satu kekhawatiran utama dalam sebuah rebranding produk adalah kebingungan konsumen. Mengingat nama SPHP sudah sangat melekat di benak masyarakat sebagai simbol beras murah dan berkualitas dari pemerintah, maka pemerintah mengambil kebijakan tengah untuk menjaga kepercayaan publik.
Pada kemasan baru 'Beras Kita' nantinya, identitas SPHP tetap akan dicantumkan secara jelas. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak merasa ragu atau bingung saat melihat produk tersebut di pasar, ritel modern, maupun agen-agen penyalur resmi. Dengan tetap mencantumkan identitas SPHP, pemerintah ingin menjamin bahwa standar kualitas, harga, dan mekanisme distribusi yang selama ini dijalankan oleh Bulog tetap terjaga sesuai dengan protokol stabilitas harga pangan.
Integrasi identitas ini diharapkan mampu menjembatani masa transisi dari penggunaan nama lama ke nama baru, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenali bahwa 'Beras Kita' adalah produk yang sama dengan SPHP yang selama ini mereka percayai kualitasnya.