Misi Antarbintang! Startup Fermi Explorer Targetkan Kirim Roket ke Alpha Centauri pada 2029
Berbekal pendanaan US$15 juta atau sekitar Rp265 miliar, langkah berani ini siap membawa manusia lebih dekat dengan sistem bintang tetangga melalui teknologi eksplorasi ruang angkasa yang revolusioner.
Dunia antariksa kembali diguncang oleh ambisi baru yang melampaui batas imajinasi konvensional. Jika selama ini eksplorasi ruang angkasa lebih banyak berfokus pada orbit Bumi, Bulan, atau Mars, sebuah startup baru bernama Fermi Explorer baru saja mengumumkan rencana yang jauh lebih gila: mengirimkan wahana ke sistem bintang terdekat dari tata surya kita, Alpha Centauri.
Proyek ini bukan sekadar eksperimen laboratorium. Fermi Explorer menargetkan peluncuran misi perdana mereka pada tahun 2029. Dengan estimasi biaya awal mencapai US$15 juta atau setara dengan Rp265 miliar, misi ini memicu perdebatan hangat di kalangan ilmuwan dan pengamat industri dirgantara mengenai efisiensi biaya versus risiko kegagalan yang sangat tinggi dalam perjalanan antarbintang.
Mengenal Alpha Centauri: Tetangga Terdekat yang Menantang
Bagi masyarakat awam, nama Alpha Centauri mungkin terdengar asing. Namun, bagi para astronom, ini adalah destinasi "suci" dalam penjelajahan ruang angkasa. Alpha Centauri bukanlah satu bintang tunggal, melainkan sebuah sistem bintang yang terdiri dari tiga bintang: Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, dan Proxima Centauri.
Proxima Centauri, salah satu anggota sistem ini, adalah bintang yang paling dekat dengan Matahari kita. Jaraknya diperkirakan sekitar 4,24 hingga 4,37 tahun cahaya. Meskipun terdengar dekat dalam skala galaksi, angka ini sangatlah masif jika dikonversi ke dalam satuan manusia. Sebagai gambaran:
Jarak dalam Kilometer: Sekitar 40 triliun kilometer.
Waktu Tempuh Teknologi Saat Ini: Jika menggunakan wahana Voyager 1 yang bergerak dengan kecepatan luar biasa, perjalanan ke Alpha Centauri akan memakan waktu puluhan ribu tahun.
Tantangan Utama: Kecepatan wahana harus mampu mencapai persentase signifikan dari kecepatan cahaya agar misi ini masuk akal secara durasi waktu.