BGN Tutup Ratusan Dapur Makan Bergizi Gratis Akibat Langgar Standar Higiene, Target Pembenahan Rampung 2026
Langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memastikan keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan menutup 455 unit dapur yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah drastis demi menjaga integritas dan kualitas program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam upaya menjamin keamanan konsumsi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, BGN secara resmi telah menutup 455 unit dapur yang terindikasi belum memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ditetapkan.
Penutupan ini didasarkan pada hasil evaluasi ketat terhadap aspek higienitas dan sanitasi pada fasilitas pengolahan makanan tersebut. BGN menekankan bahwa aspek keamanan pangan bukanlah hal yang dapat ditawar-tawar, mengingat program MBG memiliki skala nasional dengan target sasaran yang sangat besar dan sensitif terhadap risiko keracunan makanan atau kontaminasi bakteri.
Ketidakpatuhan terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Penyebab utama penutupan ratusan dapur ini adalah belum terpenuhinya syarat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SLHS merupakan instrumen krusial yang membuktikan bahwa sebuah fasilitas pengolahan makanan telah memenuhi standar teknis, mulai dari kebersihan sumber air, pengelolaan limbah, hingga prosedur penanganan bahan baku hingga makanan siap saji.
Berdasarkan temuan di lapangan, banyak dari dapur yang ditutup tersebut belum mampu menunjukkan dokumentasi dan implementasi prosedur operasional standar (SOP) yang sesuai dengan regulasi kesehatan nasional. Hal ini mencakup beberapa poin kritikal, di antaranya:
Kualitas Sanitasi Lingkungan: Kondisi fisik dapur yang belum memenuhi standar kebersihan untuk mencegah kontaminasi silang.
Pengolahan Bahan Baku: Prosedur penyimpanan bahan makanan yang tidak sesuai suhu standar, yang berisiko mempercepat pembusukan.
Higiene Personel: Standar kebersihan petugas pengolah makanan yang belum seragam dan belum terkontrol secara ketat.