BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Tertekan Hingga Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan signifikan di tengah keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan.
Mata uang Garuda kembali menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan Rabu (21/10/2026), Rupiah tercatat merosot hingga ke level Rp18.000 per dolar AS.
Kondisi ini menjadi sorotan tajam para pelaku pasar setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Langkah kebijakan moneter tersebut ternyata belum mampu membendung dominasi dolar AS di pasar global.
Sentimen Pasar dan Keputusan Bank Indonesia
Keputusan BI untuk tidak mengubah suku bunga tampaknya memberikan ruang bagi penguatan dolar AS. Investor cenderung beralih ke aset berbasis dolar AS yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Tekanan terhadap Rupiah ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat sensitif terhadap kebijakan moneter global. Pelemahan ini menandai salah satu titik terendah baru bagi mata uang domestik dalam periode perdagangan terakhir.