DWJ Manajement - PORTAL

Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi dan Pengembangan Bisnis

Oleh: DWJ-Manajement • 07 Sep 2026
Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi dan Pengembangan Bisnis

Strategi Besar Bio Farma: Mengawal Transformasi Holding Farmasi BUMN Menuju Kemandirian Kesehatan

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, memaparkan langkah strategis perusahaan dalam melakukan restrukturisasi keuangan dan efisiensi operasional sejak 2020 untuk memperkuat ekosistem farmasi nasional.

Industri farmasi nasional tengah berada dalam fase krusial transformasi. Sebagai pemain kunci dalam peta kesehatan global dan domestik, Bio Farma kini memikul tanggung jawab besar tidak hanya sebagai produsen vaksin, tetapi juga sebagai pemimpin dalam Holding BUMN Farmasi. Transformasi ini bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan sebuah upaya fundamental untuk memastikan ketahanan kesehatan nasional di masa depan.

Dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, membeberkan perjalanan panjang yang telah dilalui perusahaan dalam mengawal transisi menuju holding yang lebih solid. Ia menekankan bahwa proses ini telah dimulai secara intensif sejak tahun 2020, sebuah tahun yang menjadi titik balik bagi industri kesehatan dunia akibat pandemi COVID-19.

Transformasi Berkelanjutan Sejak 2020

Transformasi Holding Farmasi BUMN bukanlah sebuah proyek instan. Menurut Shadiq Akasya, perjalanan ini merupakan proses panjang yang menuntut konsistensi dan visi jangka panjang. Sejak tahun 2020, fokus utama manajemen adalah menyelaraskan visi antara Bio Farma dengan anak perusahaan di bawah naungan holding guna menciptakan sinergi yang nyata.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar global yang semakin kompetitif dan kebutuhan akan kemandirian bahan baku obat dalam negeri. Dengan terbentuknya holding, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih fungsi antarperusahaan BUMN farmasi, melainkan sebuah rantai pasok yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Shadiq menjelaskan bahwa ada beberapa fokus utama yang dijalankan selama periode transformasi ini, di antaranya:

Penyelarasan Struktur Organisasi: Memastikan setiap entitas di dalam holding memiliki peran yang spesifik namun saling mendukung.

Integrasi Rantai Pasok: Mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dengan mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri.

Standarisasi Mutu: Menyamakan standar kualitas produk di seluruh lini bisnis holding agar mampu bersaing di pasar internasional.