DWJ Manajement - PORTAL

Bos Danantara Pastikan Kredit Kopdes di Himbara Tak Bakal Bermasalah

Oleh: DWJ-Manajement • 08 Sep 2026
Bos Danantara Pastikan Kredit Kopdes di Himbara Tak Bakal Bermasalah

```html

Bos Danantara Pastikan Kredit Kopdes Merah Putih di Himbara Aman dari Risiko Kredit Macet

JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memberikan jaminan terkait keamanan penyaluran kredit untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dony menegaskan bahwa risiko kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) dapat diminimalisir berkat adanya mekanisme jaminan negara yang kuat.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program penguatan ekonomi desa melalui koperasi tidak terhambat oleh kekhawatiran perbankan terhadap risiko gagal bayar. Dengan adanya proteksi dari negara, penyaluran modal ke sektor akar rumput diharapkan dapat berjalan masif dan berkelanjutan.

Mekanisme Jaminan Negara sebagai Mitigasi Risiko NPL

Dalam keterangannya, Dony Oskaria menjelaskan bahwa salah satu kekhawatiran utama perbankan, termasuk bank-bank di bawah naungan Himbara, saat menyalurkan kredit ke sektor koperasi adalah tingkat risiko yang dianggap tinggi. Namun, skema yang diterapkan kali ini berbeda dengan penyaluran kredit konvensional pada umumnya.

Dony menekankan bahwa keberadaan jaminan negara menjadi instrumen kunci dalam menjaga kesehatan portofolio kredit Himbara. Berikut adalah beberapa poin utama terkait mekanisme mitigasi risiko tersebut:

Pengurangan Eksposur Risiko: Dengan adanya jaminan, bank tidak menanggung seluruh risiko kerugian jika terjadi gagal bayar pada level koperasi.

Stabilitas NPL: Jaminan negara berfungsi sebagai bantalan (buffer) yang menjaga agar angka NPL tetap berada dalam batas aman sesuai regulasi otoritas keuangan.

Kepastian Hukum: Mekanisme jaminan ini didasarkan pada regulasi yang memberikan perlindungan bagi lembaga keuangan negara dalam menjalankan fungsi intermediasi.

Kemudahan Akses Modal: Dengan risiko yang terukur, Himbara dapat lebih agresif dalam menyalurkan kredit ke desa-desa tanpa harus menerapkan syarat agunan yang memberatkan pelaku koperasi.