```html
Heboh Pengadaan LED Rp 535 Miliar di Anggaran 2026, Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Sudah Dibatalkan
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait isu miring yang menyeret nama lembaga tersebut di jagat maya. Isu mengenai rencana pengadaan perangkat LED dengan nilai fantastis mencapai Rp 535 miliar dalam usulan anggaran tahun 2026 menuai kritik tajam dari berbagai lapisan masyarakat.
Menanggapi polemik yang berkembang luas di media sosial, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa rencana pengadaan tersebut telah resmi dibatalkan. Langkah cepat ini diambil guna meredam kegaduhan publik dan memastikan bahwa fokus anggaran lembaga tetap pada misi utamanya, yakni pemenuhan gizi nasional.
Sudaryono Pastikan Fokus Utama Adalah Program Gizi
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa segala bentuk rencana anggaran yang disusun oleh pihaknya senantiasa diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara masif. Menanggapi kabar yang beredar mengenai pengadaan LED senilai ratusan miliar rupiah, Sudaryono memastikan bahwa hal tersebut tidak akan dilaksanakan.
Menurutnya, transparansi dan responsivitas terhadap aspirasi publik adalah hal yang sangat penting, terutama bagi lembaga baru seperti BGN yang sedang dalam masa transisi dan pembangunan struktur organisasi. Sudaryono menekankan bahwa efisiensi anggaran menjadi prioritas utama agar tidak ada ruang bagi dugaan pemborosan uang negara.
“Sudah kami batalkan,” tegas Sudaryono singkat namun padat saat memberikan keterangan kepada awak media. Pernyataan ini seolah menjadi jawaban penutup atas spekulasi yang sempat membuat netizen mempertanyakan urgensi pengadaan alat elektronik di tengah kebutuhan mendesak program makan bergizi gratis.
Pembatalan ini dipandang sebagai langkah politis dan administratif yang bijak. Mengingat BGN adalah lembaga yang mengemban mandat besar dari Presiden untuk memastikan ketahanan gizi, setiap rupiah yang dikeluarkan akan mendapatkan pengawasan ekstra ketat dari masyarakat maupun lembaga pengawas keuangan negara.
Polemik Anggaran: Mengapa Publik Geram?
Munculnya angka Rp 535 miliar untuk pengadaan LED memicu reaksi keras di platform media sosial seperti X (dahulu Twitter) dan Instagram. Publik menilai, angka tersebut sangat tidak masuk akal jika dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebuah lembaga yang berfokus pada urusan gizi.