DWJ Manajement - PORTAL

Bukan Cuma Makan, Ini 6 Hal yang Kini Bisa Dibayar Pakai QRIS

Oleh: DWJ-Manajement 25 Jul 2026
Bukan Cuma Makan, Ini 6 Hal yang Kini Bisa Dibayar Pakai QRIS

Bukan Cuma Makan, Ini 6 Hal yang Kini Bisa Dibayar Pakai QRIS: Transaksi Makin Sat-Set!

Evolusi pembayaran digital di Indonesia kian masif, memudahkan segala lini kehidupan masyarakat mulai dari transportasi hingga donasi sosial.

Dulu, membawa dompet tebal berisi uang tunai adalah sebuah keharusan saat hendak bepergian. Namun, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi finansial, pemandangan tersebut kini mulai bergeser. Masyarakat Indonesia semakin terbiasa dengan gaya hidup cashless atau tanpa tunai. Salah satu instrumen yang menjadi motor penggerak utama transformasi ini adalah Quick Response Code Indonesian Standard atau yang lebih populer disebut QRIS.

QRIS, yang digagas oleh Bank Indonesia, bukan lagi sekadar alat pembayaran di gerai makanan atau kafe kekinian. Saat ini, ekosistem pembayaran berbasis kode QR ini telah merambah ke berbagai sektor yang sebelumnya mungkin sulit atau tidak terpikirkan untuk menggunakan transaksi digital. Fleksibilitas inilah yang membuat QRIS menjadi primadona baru dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Mengenal Peran Strategis QRIS dalam Ekonomi Digital

Sebelum mengulas lebih jauh mengenai apa saja yang bisa dibayar menggunakan QRIS, penting untuk memahami mengapa teknologi ini begitu cepat diterima. QRIS hadir sebagai solusi integrasi. Jika dulu satu penyedia layanan dompet digital hanya bisa digunakan di merchant tertentu, kini dengan satu kode QR, pengguna dari berbagai aplikasi pembayaran—baik itu bank maupun dompet digital seperti DANA, OVO, GoPay, hingga LinkAja—bisa melakukan transaksi di tempat yang sama.

Hal ini menciptakan efisiensi yang luar biasa, baik bagi konsumen maupun bagi pelaku usaha (merchant). Bagi pelaku UMKM, penggunaan QRIS meminimalisir risiko menerima uang palsu dan memudahkan pencatatan keuangan secara otomatis. Bagi konsumen, QRIS menawarkan kecepatan dan keamanan tanpa harus repot mencari uang kembalian.

6 Hal yang Kini Bisa Dibayar Menggunakan QRIS

Tidak hanya untuk membeli kopi atau makan siang di restoran, berikut adalah enam hal yang kini dapat Anda selesaikan pembayarannya hanya dengan melakukan pemindaian (scanning) kode QRIS:

1. Transportasi Publik

Salah satu lompatan terbesar dalam penggunaan QRIS adalah integrasinya dengan moda transportasi publik. Di kota-kota besar seperti Jakarta, pengguna MRT, LRT, hingga TransJakarta kini semakin dimudahkan. Tidak perlu lagi mengantre panjang di loket fisik untuk membeli kartu uang elektronik atau mencari uang pas. Cukup siapkan ponsel, buka aplikasi pembayaran Anda, dan pindai kode yang tersedia. Hal ini secara signifikan mengurangi waktu tunggu dan antrean di stasiun maupun halte.

2. Layanan Parkir Digital

Pernahkah Anda merasa kesulitan mencari uang receh saat ingin membayar parkir? Masalah klasik ini mulai teratasi dengan hadirnya layanan parkir digital berbasis QRIS. Banyak pengelola parkir di pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hingga area publik kini telah menyediakan opsi pembayaran non-tunai. Anda cukup memindai kode QR yang ada pada mesin parkir atau petugas, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Ini adalah langkah nyata menuju ekosistem transportasi perkotaan yang lebih modern.

3. Donasi dan Filantropi (Zakat, Infaq, Sedekah)

Sisi kemanusiaan juga telah tersentuh oleh digitalisasi. Saat ini, berdonasi atau menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah menjadi jauh lebih mudah dan transparan. Banyak masjid, yayasan sosial, hingga lembaga amil zakat resmi yang kini menyediakan barcode QRIS di area kotak amal mereka atau melalui platform online. Keuntungannya, Anda tidak perlu khawatir tentang uang kembalian yang tidak jelas peruntukannya, dan setiap rupiah yang Anda donasikan tercatat secara digital, memberikan rasa aman terhadap transparansi penyaluran dana.

4. Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah

Pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia mulai gencar mendorong digitalisasi pembayaran pajak. Kini, membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan bermotor, hingga retribusi pasar dapat dilakukan melalui QRIS. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat agar tidak perlu datang langsung ke kantor dinas terkait. Transaksi menjadi lebih cepat, akurat, dan meminimalisir potensi pungutan liar.

5. Belanja di Pasar Tradisional

Transformasi digital tidak hanya milik masyarakat urban di mal mewah. Saat ini, digitalisasi telah masuk ke jantung ekonomi rakyat, yaitu pasar tradisional. Banyak pedagang sayur, pedagang daging, hingga pemilik kios kelontong yang kini telah menyediakan QRIS. Hal ini membantu pedagang kecil untuk naik kelas dan memudahkan pembeli yang mungkin lupa membawa uang tunai saat berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari.