DWJ Manajement - PORTAL

Bundaran HI Bakal Punya Pedestrian Bawah Tanah, Telan Rp 200 Miliar

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
Bundaran HI Bakal Punya Pedestrian Bawah Tanah, Telan Rp 200 Miliar

```html

Transformasi Ikon Jakarta: Bundaran HI Bakal Miliki Jalur Pedestrian Bawah Tanah Senilai Rp 200 Miliar

JAKARTA - Kawasan Bundaran HI, yang selama ini dikenal sebagai jantung estetika dan pusat bisnis paling ikonik di Jakarta, bersiap memasuki babak baru dalam transformasi tata kota. Bukan sekadar mempercantik monumen, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyiapkan proyek ambisius untuk membangun ruang multifungsi atau extended concourse di bawah permukaan tanah.

Proyek pengembangan ini diproyeksikan menjadi solusi bagi konektivitas pejalan kaki yang lebih modern, aman, dan terintegrasi. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan untuk merealisasikan proyek pedestrian bawah tanah ini diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.

Memperkuat Konektivitas Melalui Konsep 'Extended Concourse'

PT MRT Jakarta merancang pembangunan ini bukan sekadar menambah luas area stasiun, melainkan menciptakan sebuah ekosistem mobilitas baru. Konsep extended concourse ini dirancang sebagai ruang penghubung (concourse) yang diperluas, yang nantinya tidak hanya berfungsi sebagai area transit penumpang MRT, tetapi juga sebagai jalur pedestrian yang menghubungkan Stasiun MRT Bundaran HI dengan sejumlah bangunan komersial dan gedung perkantoran di sekitarnya.

Dengan adanya jalur bawah tanah ini, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi berdesakan di trotoar permukaan jalan yang seringkali terganggu oleh arus lalu lintas kendaraan yang padat di kawasan Sudirman-Thamrin. Integrasi ini menjadi langkah krusial dalam mewujudkan sistem transportasi yang benar-benar ramah pejalan kaki (walkable city).

Beberapa poin utama dari proyek ini meliputi:

Konektivitas Antar-Gedung: Menghubungkan stasiun MRT secara langsung dengan pusat perbelanjaan, hotel, dan gedung perkantoran di kawasan Bundaran HI.

Peningkatan Fasilitas Publik: Menyediakan ruang multifungsi yang dapat digunakan untuk aktivitas komersial ringan maupun area tunggu yang nyaman bagi komuter.

Efisiensi Pergerakan: Memperpendek jarak tempuh pejalan kaki dari moda transportasi publik menuju destinasi akhir mereka di kawasan CBD (Central Business District).