DWJ Manajement - PORTAL

Calon Gubernur Bank Indonesia Tergantung Pilihan Prabowo

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
Calon Gubernur Bank Indonesia Tergantung Pilihan Prabowo

Siapa Pengganti Perry Warjiyo? Airlangga Sebut Calon Gubernur BI Tergantung Pilihan Presiden Prabowo

JAKARTA - Proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) kini menjadi sorotan utama di tengah persiapan peralihan pemerintahan ke kabinet Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa penentuan sosok yang akan mengisi kursi Gubernur Bank Indonesia sangat bergantung pada keputusan Presiden.

Langkah ini menjadi krusial mengingat peran Bank Indonesia sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Dengan berakhirnya masa jabatan Gubernur BI saat ini, Perry Warjiyo, publik dan pelaku pasar kini menanti siapa nakhoda baru yang akan menakhodai bank sentral tersebut.

Airlangga Hartarto: Keputusan Berada di Tangan Presiden

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan pernyataan terkait mekanisme pemilihan Gubernur Bank Indonesia yang baru. Dalam keterangannya, Airlangga menjelaskan bahwa meskipun proses seleksi melibatkan berbagai tahapan formal, namun keputusan akhir mengenai siapa yang akan diajukan sebagai calon Gubernur BI sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.

Airlangga menekankan bahwa transisi kepemimpinan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati guna memastikan tidak adanya guncangan pada kebijakan moneter nasional. Menurutnya, Presiden memiliki hak prerogatif untuk memilih sosok yang dianggap paling kompeten dan mampu bersinergi dengan visi ekonomi pemerintahan mendatang.

"Terkait calon Gubernur BI, itu nanti tergantung pilihan Presiden," ujar Airlangga saat memberikan keterangan kepada awak media. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa tim ekonomi di pemerintahan mendatang akan melakukan kajian mendalam sebelum memberikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan Gubernur BI bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian strategis dari arsitektur ekonomi nasional di bawah kepemimpinan baru. Sosok yang dipilih diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara target pertumbuhan ekonomi yang ambisius dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

Mekanisme Konstitusional Pemilihan Gubernur BI

Penting untuk dipahami bahwa pemilihan Gubernur Bank Indonesia tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengikuti prosedur ketat yang telah diatur dalam Undang-Undang. Proses ini melibatkan koordinasi antara eksekutif dan legislatif guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Berikut adalah tahapan umum dalam proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia sesuai dengan regulasi yang berlaku: