DWJ Manajement - PORTAL

Danantara Jajaki Kerja Sama dengan Arm Holdings, Bikin Cip Data Center

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
Danantara Jajaki Kerja Sama dengan Arm Holdings, Bikin Cip Data Center

Indonesia Bidik Rantai Pasok Semikonduktor Global, Danantara Jajaki Kerja Sama Desain Cip Data Center dengan Arm Holdings

JAKARTA - Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia di peta teknologi global, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilaporkan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan raksasa teknologi asal Inggris, Arm Holdings. Kolaborasi ini difokuskan pada eksplorasi desain cip (chip) khusus untuk kebutuhan pusat data (data center), sebuah langkah yang dinilai sangat krusial di tengah ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini.

Langkah ambisius ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar semikonduktor dunia yang tengah mengalami pergeseran besar. Dengan meningkatnya kebutuhan akan komputasi tingkat tinggi, permintaan terhadap cip yang efisien dan bertenaga untuk pusat data melonjak tajam, sementara pasokan global masih menghadapi tantangan kelangkaan yang signifikan.

Menjawab Tantangan Kelangkaan Cip AI Global

Dunia saat ini tengah berada dalam era "AI Gold Rush" atau perlombaan emas kecerdasan buatan. Setiap perusahaan teknologi besar, mulai dari penyedia layanan cloud hingga pengembang model bahasa besar (LLM), berlomba-lomba mengamankan infrastruktur komputasi terbaik. Hal ini memicu permintaan masif terhadap unit pemrosesan yang mampu menangani beban kerja AI yang sangat berat.

Danantara melihat adanya celah strategis dalam rantai pasok global ini. Dengan menjajaki kerja sama desain cip bersama Arm Holdings, Indonesia tidak hanya sekadar menjadi pasar konsumen, tetapi berusaha masuk ke dalam lini produksi dan desain teknologi tingkat tinggi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk terlibat dalam ekosistem semikonduktor yang selama ini didominasi oleh negara-negara seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Ada beberapa faktor utama yang mendorong langkah strategis Danantara ini:

Lonjakan Permintaan Data Center: Transformasi digital yang masif memerlukan infrastruktur penyimpanan dan pemrosesan data yang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Kelangkaan Pasokan Cip AI: Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan cip khusus AI telah menciptakan hambatan bagi pertumbuhan teknologi di berbagai belahan dunia.

Efisiensi Energi: Desain cip yang efisien sangat dibutuhkan oleh pusat data untuk menekan biaya operasional dan dampak lingkungan akibat konsumsi listrik yang besar.