BPI Danantara Ungkap 52 Persen BUMN Alami Kerugian Rp20 Triliun
Praktik transaksi berlapis diduga memicu pembengkakan biaya operasional hingga US$2 miliar per tahun.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memberikan peringatan keras terkait kondisi keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini. Lembaga ini mengungkapkan bahwa lebih dari separuh perusahaan negara tengah berada dalam kondisi tidak sehat secara finansial.
Berdasarkan temuan terbaru, sebanyak 52 persen BUMN tercatat mengalami kerugian. Total kerugian yang dialami oleh perusahaan-perusahaan plat merah tersebut mencapai angka yang sangat signifikan, yakni Rp20 triliun.
Penyebab Utama: Praktik Transaksi Berlapis
Danantara menyoroti adanya pola transaksi yang tidak efisien di dalam tubuh BUMN. Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah adanya praktik transaksi berlapis yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan negara.