Pesatnya Digitalisasi, Pengembangan Data Center di Indonesia Butuh Tambahan Listrik 20 GW
Kebutuhan energi ini setara dengan 20 persen dari total kapasitas listrik nasional saat ini.
Indonesia tengah berada di ambang revolusi digital yang sangat masif. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, kebutuhan akan infrastruktur pusat data atau data center di tanah air terus meningkat tajam.
Namun, ekspansi infrastruktur digital ini membawa tantangan besar, terutama dari sisi ketersediaan energi. Pembangunan pusat data yang masif membutuhkan pasokan listrik dalam skala yang sangat besar.
Tantangan Energi di Balik Ambisi Digital
Berdasarkan proyeksi terbaru, pengembangan pusat data di Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sebesar 20 gigawatt (GW). Angka ini menunjukkan betapa besarnya dampak infrastruktur digital terhadap konsumsi energi nasional.
Sebagai gambaran, kebutuhan tambahan sebesar 20 GW tersebut setara dengan 20 persen dari total kapasitas listrik yang dimiliki Indonesia saat ini. Hal ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan penyedia layanan listrik nasional.
Lonjakan permintaan ini menuntut kesiapan infrastruktur kelistrikan yang lebih tangguh. Tanpa perencanaan yang matang, pertumbuhan sektor digital dapat memberikan tekanan tambahan pada stabilitas pasokan listrik nasional.