DWJ Manajement - PORTAL

Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI, Destry Damayanti: Langkah Pacu Kredit

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan bahwa pelaku perbankan mulai menunjukkan tren kepatuhan terhadap skema baru Kebijakan Likuiditas Makroprudensial yang telah ditetapkan. Kebijakan ini diharapkan menjadi motor penggerak penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis.

Jakarta — Dinamika perbankan nasional tengah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan seiring dengan penerapan instrumen kebijakan moneter terbaru dari Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa perbankan mulai merespons positif dan menunjukkan kepatuhan terhadap aturan baru mengenai insentif likuiditas yang dirancang untuk memperkuat penyaluran kredit ke sektor riil.

Kebijakan ini bukan sekadar pengaturan teknis mengenai ketersediaan dana di perbankan, melainkan sebuah strategi makroprudensial yang lebih terarah. Melalui skema ini, BI memberikan "karpet merah" atau insentif bagi bank-bank yang mampu menyalurkan kredit secara optimal, terutama pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pertumbuhan ekonomi nasional.

Transformasi Kebijakan Likuiditas Makroprudensial

Langkah Bank Indonesia dalam memperbarui skema Kebijakan Likuiditas Makroprudensial merupakan upaya adaptif untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang kian dinamis. Destry menekankan bahwa kebijakan yang akan berlaku secara penuh pada 1 September 2026 ini, sebenarnya sudah mulai dirasakan dampaknya melalui penyesuaian perilaku perbankan sejak dini.

Selama ini, salah satu tantangan besar dalam stabilitas ekonomi adalah kecenderungan perbankan untuk bersikap terlalu konservatif dalam menyalurkan kredit. Di tengah ketidakpastian pasar, bank seringkali lebih memilih untuk memarkirkan dana mereka pada instrumen yang dianggap sangat aman atau hanya berfokus pada pembiayaan konsumtif yang risikonya lebih rendah namun dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang terbatas.

Dengan hadirnya aturan baru ini, BI mengubah struktur insentif tersebut. Bank tidak lagi hanya dinilai dari seberapa kuat posisi likuiditasnya, tetapi juga dari seberapa efektif likuiditas tersebut diubah menjadi modal kerja dan investasi bagi masyarakat dan pelaku usaha. Destry menyebutkan bahwa kepatuhan yang mulai terlihat saat ini adalah sinyal positif bahwa mekanisme transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik.

Fokus pada Sektor-Sektor Strategis

Salah satu poin krusial dalam kebijakan baru ini adalah penetapan sektor-sektor yang mendapatkan insentif lebih besar. BI tidak ingin likuiditas hanya berputar di lingkaran keuangan saja, melainkan harus mengalir deras ke sektor yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap ekonomi nasional. Beberapa sektor yang menjadi perhatian utama meliputi: