IHSG Terperosok di Bawah Level 5.000, Kembali ke Tren Era SBY dan Pandemi COVID-19
Pasar modal Indonesia mengalami tekanan berat hingga menyentuh titik terendah dalam satu dekade terakhir.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah menghadapi fase koreksi yang sangat signifikan. Pergerakan indeks menunjukkan tren penurunan tajam hingga menembus level psikologis yang krusial bagi para pelaku pasar.
Saat ini, IHSG terpantau melorot hingga berada di bawah angka 5.000. Kondisi ini membangkitkan memori pasar modal Indonesia pada masa-masa sulit di era kepemimpinan Presiden SBY serta saat hantaman pandemi COVID-19 beberapa tahun silam.
Kembali ke Level Terendah dalam 10 Tahun
Penurunan ini menandai titik terendah IHSG dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Para analis menilai bahwa pelemahan ini mencerminkan adanya sentimen negatif yang cukup kuat di pasar domestik maupun global.
Beberapa faktor yang diduga kuat menjadi pemicu kemerosotan indeks antara lain:
Ketidakpastian kondisi ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan.