DWJ Manajement - PORTAL

Dolar AS Betah di Atas Rp 18.000, Siap-siap Hadapi Efek Berantai Ini

Oleh: DWJ-Manajement • 03 Nov 2026
Dolar AS Betah di Atas Rp 18.000, Siap-siap Hadapi Efek Berantai Ini

Dolar AS Bertahan di Atas Rp 18.000, Simak Dampak Berantai yang Menghantui Ekonomi

Proyeksi nilai tukar rupiah hingga akhir 2026 diperkirakan masih akan berada di level tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan penurunan daya beli.

Kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian memberikan tekanan besar terhadap stabilitas mata uang dalam negeri. Nilai tukar rupiah diprediksi akan terus menghadapi tantangan berat akibat dominasi dolar AS di pasar keuangan.

Berdasarkan proyeksi terbaru, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bertahan di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.100. Tren pelemahan ini diprediksi tidak akan terjadi dalam waktu singkat, melainkan bertahan hingga akhir tahun 2026.

Efek Domino Terhadap Inflasi Nasional

Bertahannya dolar AS di level tinggi membawa risiko serius bagi stabilitas harga di dalam negeri. Salah satu dampak paling nyata adalah potensi lonjakan angka inflasi secara signifikan.

Pelemahan rupiah membuat biaya impor barang dan bahan baku menjadi jauh lebih mahal. Hal ini akan memicu kenaikan harga produksi di tingkat manufaktur, yang pada akhirnya merembet ke harga konsumen.