DWJ Manajement - PORTAL

Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

Oleh: DWJ-Manajement • 25 Sep 2026
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

Dolar AS Tembus Mendekati Rp18.000, Menko Airlangga Hartarto: Itu Dinamika Pasar yang Wajar

Pemerintah menganggap fluktuasi nilai tukar rupiah merupakan bagian dari dinamika pasar global yang tidak dapat dihindari.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tekanan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pantauan pergerakan pasar valuta asing, dolar AS kini bergerak semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini memicu berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai stabilitas ekonomi nasional dan potensi dampak yang ditimbulkan terhadap inflasi domestik.

Menanggapi fenomena penguatan dolar AS yang menekan nilai tukar rupiah tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara. Airlangga menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar yang fluktuatif saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar dan memang sedang terjadi di berbagai belahan dunia.

Dinamika Pasar Global dan Respons Pemerintah

Menurut Airlangga, ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor utama yang menggerakkan arus modal dan memperkuat posisi dolar AS. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak perlu melihat pergerakan ini sebagai sebuah kepanikan, melainkan sebagai bagian dari penyesuaian pasar terhadap kebijakan moneter global, terutama kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.

"Ini adalah dinamika pasar yang wajar. Kita melihat ada berbagai faktor global yang memengaruhi nilai tukar, termasuk kebijakan bank sentral di luar negeri. Pemerintah tetap memantau perkembangan ini secara cermat untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga," ujar Airlangga dalam keterangan persnya.

Pemerintah melalui koordinasi antarlembaga, termasuk Bank Indonesia, terus melakukan pemantauan intensif. Fokus utama saat ini adalah menjaga agar volatilitas nilai tukar tidak sampai mengganggu stabilitas sistem keuangan dan tidak menyebabkan guncangan yang berlebihan pada sektor riil.

Faktor Utama Penguatan Dolar AS

Para analis ekonomi menilai bahwa mendekatinya angka Rp18.000 per dolar AS bukan terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor fundamental yang mendorong penguatan mata uang Paman Sam tersebut, di antaranya:

Kebijakan Moneter The Fed: Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve yang tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer) membuat investor cenderung menarik modal mereka ke dalam aset berdenominasi dolar.

Ketidakpastian Geopolitik: Ketegangan di berbagai kawasan konflik global mendorong investor untuk mencari aset yang dianggap paling aman (safe haven), dan dolar AS masih memegang peran utama sebagai aset tersebut.