Strategi Sucor Sekuritas Perkuat Likuiditas Pasar Saham: Sasar Gen Z Lewat Literasi Keuangan
CEO Bernadus Wijaya menyoroti pentingnya pendalaman pasar melalui edukasi intensif bagi generasi muda untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase transisi yang krusial. Di satu sisi, jumlah investor domestik terus menunjukkan tren peningkatan, namun di sisi lain, tantangan mengenai kedalaman pasar atau market depth masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi para pelaku industri. Menanggapi fenomena ini, Sucor Sekuritas mengambil langkah proaktif dengan memfokuskan strategi perusahaan pada penguatan literasi keuangan, khususnya menyasar kelompok Generasi Z dan Milenial.
Tantangan Likuiditas dan Dangkalnya Pasar Modal Indonesia
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mengungkapkan bahwa salah satu isu utama yang perlu segera diatasi adalah kondisi likuiditas pasar saham Indonesia yang dinilai masih cenderung dangkal. Likuiditas yang rendah dapat menyebabkan volatilitas harga yang ekstrem, di mana pergerakan harga saham menjadi sangat sensitif terhadap volume transaksi yang relatif kecil.
Kondisi pasar yang "dangkal" ini berdampak pada efisiensi pasar. Ketika likuiditas tidak mencukupi, investor besar seringkali kesulitan untuk masuk atau keluar dari suatu posisi tanpa mempengaruhi harga secara signifikan. Hal ini secara tidak langsung dapat menghambat pertumbuhan pasar modal dalam jangka panjang dan mengurangi daya tarik Indonesia di mata investor global.
Menurut Bernadus, untuk memperdalam pasar, diperlukan aliran dana yang konsisten dan berkelanjutan dari investor domestik. Salah satu sumber aliran dana yang paling potensial adalah kelompok demografi muda yang saat ini mulai memasuki usia produktif dan memiliki minat tinggi terhadap pengelolaan keuangan digital.
Gen Z dan Milenial: Motor Penggerak Masa Depan
Mengapa Sucor Sekuritas memilih untuk fokus pada Gen Z dan Milenial? Jawabannya terletak pada struktur demografi Indonesia. Dengan jumlah populasi usia produktif yang sangat besar, kelompok ini merupakan kunci dari keberlanjutan ekonomi nasional, termasuk dalam sektor pasar modal.
Generasi Z dikenal sebagai digital natives yang sangat akrab dengan teknologi. Mereka lebih cenderung mencari informasi melalui media sosial, aplikasi mobile, dan platform digital lainnya. Karakteristik ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan sekuritas. Peluangnya adalah kemudahan akses melalui teknologi, sementara tantangannya adalah derasnya arus informasi yang seringkali tidak terfilter dengan baik.
Beberapa alasan mengapa penguatan literasi pada kelompok ini sangat vital antara lain: