DWJ Manajement - PORTAL

Dukung PLTS 100 GW, BRIN Perkuat Ekosistem Riset Sel Surya

Oleh: DWJ-Manajement 18 Aug 2026
Dukung PLTS 100 GW, BRIN Perkuat Ekosistem Riset Sel Surya

Targetkan 100 GW PLTS, BRIN Perkuat Ekosistem Riset Sel Surya Demi Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA - Indonesia tengah berada di persimpangan jalan penting dalam transisi energi global. Di tengah desakan dekarbonisasi dan komitmen mencapai Net Zero Emission (NZE), pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 Gigawatt (GW) ke dalam sistem kelistrikan nasional. Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil langkah strategis dengan memperkuat ekosistem riset sel surya di tanah air.

Langkah ini bukan sekadar upaya pengembangan teknologi, melainkan fondasi utama untuk memastikan bahwa transisi energi Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi impor, tetapi berbasis pada kekuatan riset dan inovasi domestik. Dengan memperkuat ekosistem riset, Indonesia diharapkan mampu menciptakan rantai pasok energi terbarukan yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

Urgensi Penguatan Riset Sel Surya di Indonesia

Target 100 GW PLTS merupakan tantangan teknis dan ekonomi yang masif. Selama ini, ketergantungan pada komponen sel surya impor masih menjadi kendala utama dalam menekan biaya instalasi energi surya di Indonesia. Hal ini menyebabkan harga per kilowatt-jam (kWh) dari energi surya terkadang sulit bersaing dengan energi berbasis fosil jika tidak ada intervensi kebijakan dan teknologi yang tepat.

BRIN menyadari bahwa kunci untuk memenangkan persaingan teknologi ini terletak pada penguasaan material dan efisiensi konversi energi. Melalui penguatan ekosistem riset, BRIN fokus pada beberapa pilar utama yang akan menjadi tulang punggung industri sel surya nasional, antara lain:

Pengembangan Material Baru: Melakukan riset mendalam terhadap material semikonduktor yang lebih efisien, seperti pengembangan sel surya berbasis perovskite yang menjanjikan efisiensi tinggi dengan biaya produksi lebih rendah.

Peningkatan Efisiensi Konversi: Mengoptimalkan teknologi sel surya agar mampu menyerap spektrum cahaya matahari secara maksimal, bahkan dalam kondisi cuaca tropis Indonesia yang seringkali tertutup awan.

Hilirisasi Teknologi: Memastikan bahwa hasil riset di laboratorium tidak berhenti sebagai jurnal ilmiah, melainkan dapat ditransformasikan menjadi prototipe yang siap diproduksi secara massal oleh industri.

Standardisasi dan Pengujian: Membangun infrastruktur pengujian yang mampu menjamin kualitas dan durabilitas produk sel surya lokal agar memenuhi standar internasional.