DWJ Manajement - PORTAL

Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

BI Pertahankan BI-Rate di Level 5,75 Persen, Ekonom Sebut Langkah Strategis Jaga Stabilitas Rupiah

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan menjadi sinyal kuat penguatan stabilitas moneter nasional di tengah ketidakpastian global.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengambil langkah kebijakan moneter yang dinilai sangat krusial dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar Rupiah dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam rapat kebijakan terbaru, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen.

Keputusan ini memicu berbagai reaksi dari para pelaku pasar, termasuk para ekonom yang menilai bahwa langkah BI merupakan bentuk kebijakan yang sangat berhati-hati (prudent) namun tetap pro-pertumbuhan. Fokus utama dari kebijakan ini adalah untuk memitigasi risiko volatilitas nilai tukar serta memastikan likuiditas di pasar tetap terjaga agar roda ekonomi terus berputar.

Alasan di Balik Keputusan Bank Indonesia Mempertahankan Suku Bunga

Mempertahankan suku bunga acuan bukanlah tanpa alasan. Bank Indonesia harus mempertimbangkan berbagai variabel makroekonomi, baik dari sisi domestik maupun tekanan dari pasar keuangan global. Ada beberapa faktor utama yang mendasari mengapa angka 5,75 persen dianggap sebagai titik keseimbangan yang paling ideal saat ini.

Pertama, stabilitas nilai tukar Rupiah menjadi prioritas utama. Ketidakpastian ekonomi global, terutama terkait kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), seringkali memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan mempertahankan suku bunga pada level yang kompetitif, BI berupaya menjaga daya tarik aset keuangan domestik agar tetap diminati investor asing.

Kedua, pengendalian inflasi tetap menjadi mandat utama. Meskipun inflasi di dalam negeri menunjukkan tren yang relatif terkendali, BI perlu memastikan bahwa ekspektasi inflasi masyarakat tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan. Suku bunga yang stabil memberikan kepastian bahwa tekanan inflasi dari sisi harga barang impor (imported inflation) dapat diredam melalui penguatan nilai tukar.

Dampak Terhadap Likuiditas dan Investasi

Selain stabilitas, aspek likuiditas perbankan juga menjadi perhatian serius. Kebijakan BI-Rate memiliki dampak langsung terhadap biaya dana (cost of fund) perbankan. Dengan mempertahankan suku bunga di level saat ini, BI memberikan ruang bagi perbankan untuk mengelola likuiditas secara efektif guna mendukung penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif.

Dukungan terhadap Sektor Riil: Likuiditas yang terjaga memungkinkan pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan dengan biaya yang relatif terukur, yang sangat penting untuk ekspansi bisnis.