DWJ Manajement - PORTAL

Garap Etanol, Pemerintah Mau Buka Lahan Tebu, Singkong, Jagung 2 Juta Ha

Oleh: DWJ-Manajement 21 Sep 2026
Garap Etanol, Pemerintah Mau Buka Lahan Tebu, Singkong, Jagung 2 Juta Ha

Kejar Kemandirian Energi, Pemerintah Siap Ekspansi Lahan Tebu hingga Singkong Hingga 2 Juta Hektare demi Produksi Etanol

Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan energi terbarukan berbasis hayati. Salah satu strategi utama yang tengah digodok adalah ekspansi lahan budidaya tanaman pangan yang akan digunakan sebagai bahan baku produksi bioetanol.

Rencananya, pemerintah menargetkan pembukaan lahan baru seluas antara 1 juta hingga 2 juta hektare (ha). Lahan tersebut akan difokuskan pada penanaman komoditas strategis seperti tebu, singkong, dan jagung. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta mempercepat pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) di tanah air.

Ambisi Besar Mewujudkan Kemandirian Energi Melalui Bioetanol

Transisi energi dari berbasis fosil ke energi bersih kini menjadi agenda mendesak bagi banyak negara, tidak terkecuali Indonesia. Dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang tidak menentu dan komitmen global untuk menekan emisi karbon, pengembangan biofuel menjadi jalan tengah yang paling rasional bagi Indonesia yang memiliki kekayaan agraris melimpah.

Pengembangan etanol berbasis tanaman pangan dipandang sebagai solusi yang saling menguntungkan (win-win solution). Di satu sisi, kebutuhan energi nasional dapat terpenuhi secara mandiri melalui produksi lokal. Di sisi lain, sektor pertanian akan mendapatkan momentum pertumbuhan yang signifikan melalui permintaan bahan baku yang masif dan stabil.

Pemerintah melihat bahwa selama ini pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia masih didominasi oleh sektor kelapa sawit (biodiesel). Oleh karena itu, diversifikasi ke sektor bioetanol yang menggunakan bahan baku tebu, jagung, dan singkong menjadi sangat krusial agar struktur energi nasional tidak hanya bertumpu pada satu jenis komoditas saja.

Komoditas Unggulan: Mengapa Tebu, Singkong, dan Jagung?

Pemilihan tebu, singkong, dan jagung sebagai fokus utama bukanlah tanpa alasan. Ketiga komoditas ini dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan teknis dan ekonomis, antara lain:

Ketersediaan Lahan: Indonesia memiliki potensi lahan luas yang cocok untuk pengembangan ketiga tanaman ini, baik di lahan kering maupun lahan marginal.

Efisiensi Konversi: Tebu secara historis dikenal memiliki kadar gula yang tinggi yang sangat efisien untuk dikonversi menjadi etanol. Sementara itu, singkong dan jagung memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi iklim di Indonesia.