DWJ Manajement - PORTAL

Harga Batas Minimum Saham Dihapus, IHSG Dibuka Turun ke Level 6.209

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
Harga Batas Minimum Saham Dihapus, IHSG Dibuka Turun ke Level 6.209

```html

IHSG Terperosok ke Level 6.209 Saat Aturan Harga Minimum Saham Resmi Dihapus: Apa Dampaknya bagi Investor?

Sentimen negatif melanda pasar modal Indonesia di awal perdagangan hari ini, dipicu oleh kebijakan baru penghapusan batas harga minimum saham yang memicu gelombang aksi jual.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan pada perdagangan pagi ini, Senin (28/9/2026). Berdasarkan data pasar terbaru, IHSG dibuka melemah ke level 6.209,75, melanjutkan rentetan tren negatif yang sempat menghantui pasar modal dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini terjadi di tengah hingar-bingar implementasi kebijakan baru dari otoritas bursa terkait penghapusan batas harga minimum saham. Langkah berani ini langsung mendapat respons tajam dari para pelaku pasar, yang secara masif melakukan aksi ambil untung (profit taking) maupun aksi jual untuk menghindari risiko penurunan lebih lanjut.

Sentimen Penghapusan Harga Minimum Saham Jadi Katalis Negatif

Penyebab utama merosotnya IHSG di awal sesi perdagangan ini bukan semata-mata karena faktor makroekonomi global, melainkan adanya perubahan fundamental pada aturan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penghapusan harga batas minimum saham—yang selama ini dikenal sebagai lantai harga atau aturan "saham gocap"—telah menciptakan ketidakpastian baru di kalangan investor.

Sebelumnya, aturan harga minimum memberikan rasa aman bagi investor ritel agar saham tidak jatuh ke level yang tidak bernilai secara psikologis. Dengan dihapusnya aturan ini, saham kini dapat diperdagangkan di bawah level harga terendah yang sebelumnya ditetapkan. Hal ini memicu kekhawatiran akan volatilitas yang ekstrem, terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil (small-cap) atau yang sering disebut dengan saham lapis ketiga.

Para pengamat pasar modal menilai bahwa penghapusan ini merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar dan memberikan fleksibilitas bagi penentuan harga aset. Namun di sisi lain, risiko terjadinya penurunan harga yang sangat tajam tanpa batas bawah (floor) menjadi ancaman nyata yang membuat investor cenderung bersikap defensif.

Tekanan Jual Mendominasi Pasar di Awal Sesi

Berdasarkan pantauan di layar perdagangan, tekanan jual terlihat mendominasi hampir seluruh sektor yang diperdagangkan. Sektor keuangan dan properti, yang biasanya menjadi penopang indeks, turut terseret dalam arus koreksi ini. Banyak investor institusi maupun ritel yang terlihat mulai mengurangi eksposur mereka pada saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi.

Beberapa faktor yang menyebabkan tekanan jual ini meliputi: