IHSG Terperosok Tajam 1,69 Persen, Investor Asing Lakukan Aksi Jual Masif
Pasar modal Indonesia mengalami tekanan berat dengan 533 saham mencatatkan penurunan di tengah arus keluar modal asing yang mencapai ratusan miliar rupiah.
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang sangat mengecewakan pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut ambruk sebesar 1,69 persen, sebuah penurunan tajam yang mengirimkan sinyal waspada bagi para pelaku pasar di tanah air.
Koreksi mendalam ini tidak hanya terjadi pada indeks secara keseluruhan, tetapi juga merembet ke mayoritas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data perdagangan terbaru, sebanyak 533 saham terpantau mengalami penurunan harga, mencerminkan gelombang tekanan jual yang terjadi secara luas di berbagai sektor industri.
Tekanan Jual Masif di Seluruh Sektor
Penurunan IHSG sebesar 1,69 persen ini merupakan salah satu koreksi harian paling signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sentimen negatif yang membayangi pasar tampaknya tidak hanya menyerang saham-saham lapis kedua atau ketiga, melainkan juga merambah ke saham-saham unggulan atau blue chip yang selama ini menjadi penopang indeks.
Kondisi pasar yang memerah secara masif ini menunjukkan bahwa tekanan jual datang dari berbagai arah. Para analis menilai bahwa ketidakpastian ekonomi global dan dinamika arus modal keluar (capital outflow) menjadi pemicu utama melemahnya kepercayaan investor di pasar domestik.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menggambarkan kondisi pasar pada penutupan perdagangan 22 September 2026:
Penurunan Indeks: IHSG merosot tajam sebesar 1,69 persen.
Dominasi Saham Merah: Sebanyak 533 saham mencatatkan penurunan harga.
Aksi Asing: Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp131,72 miliar.
Sentimen Pasar: Tekanan jual yang luas di hampir seluruh sektor ekonomi.
Investor Asing Lepas Barang, Net Sell Rp131,72 Miliar
Salah satu faktor utama yang memperparah ambruknya IHSG adalah aksi jual yang dilakukan oleh investor asing. Tidak hanya sekadar melakukan aksi ambil untung (profit taking), investor mancanegara tercatat melakukan aksi keluar dari pasar saham Indonesia dengan nilai yang cukup signifikan.
Data menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp131,72 miliar. Arus keluar modal ini memberikan tekanan tambahan pada likuiditas pasar dan mempercepat laju penurunan indeks. Ketika investor asing melakukan net sell dalam jumlah besar, hal ini sering kali menjadi indikator bahwa mereka sedang melakukan realokasi aset ke pasar lain yang dianggap lebih stabil atau memberikan imbal hasil lebih tinggi di tengah ketidakpastian global.
Aksi keluar modal asing ini secara langsung memengaruhi harga saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps). Mengingat saham-saham tersebut memiliki bobot besar dalam perhitungan IHSG, maka setiap aksi jual pada sektor perbankan atau telekomunikasi akan berdampak langsung pada jatuhnya angka indeks secara keseluruhan.