DWJ Manajement - PORTAL

Jelang Delisting, PLAS Buyback 1,18 Miliar Saham Rp60,4 Miliar

Oleh: DWJ-Manajement 23 Sep 2026
Jelang Delisting, PLAS Buyback 1,18 Miliar Saham Rp60,4 Miliar

Antisipasi Delisting, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) Lakukan Buyback Saham Senilai Rp60,4 Miliar

Langkah strategis emiten guna memberikan kepastian bagi pemegang saham sebelum resmi keluar dari Bursa Efek Indonesia pada 2026.

PT Polaris Investama Tbk (PLAS) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi rencana pencoretan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan telah mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham dalam jumlah besar sebagai bagian dari upaya memberikan nilai kembali kepada para pemegang sahamnya.

Berdasarkan informasi terbaru, emiten akan melakukan buyback sebanyak 1,18 miliar lembar saham dengan total nilai mencapai Rp60,4 miliar. Langkah ini dilakukan menyusul keputusan Bursa Efek Indonesia yang telah menetapkan jadwal pencoretan saham PLAS secara efektif pada 10 November 2026 mendatang.

Keputusan buyback ini menjadi perhatian serius di pasar modal, mengingat mekanisme ini sering kali menjadi instrumen penting bagi perusahaan yang akan melakukan delisting guna memastikan bahwa pemegang saham minoritas tidak kehilangan nilai investasinya secara drastis saat saham tidak lagi dapat diperdagangkan di bursa reguler.

Rincian Program Buyback dan Mekanisme Penyerapan Saham

Program buyback yang dicanangkan oleh PT Polaris Investama Tbk bukan sekadar formalitas administratif. Dengan mengalokasikan dana sebesar Rp60,4 miliar, perusahaan berupaya menyerap 1,18 miliar lembar saham yang beredar di publik. Nilai ini mencerminkan komitmen manajemen dalam mengelola transisi perusahaan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup atau melakukan restrukturisasi kepemilikan.

Dalam pelaksanaan buyback, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar:

Jumlah Saham yang Dibeli: Sebanyak 1,18 miliar lembar saham akan diserap kembali oleh perusahaan.

Total Alokasi Dana: Perusahaan menyiapkan dana segar sebesar Rp60,4 miliar untuk mengeksekusi program ini.

Tujuan Utama: Memberikan opsi keluar (exit strategy) bagi pemegang saham sebelum tanggal efektif delisting.

Waktu Pelaksanaan: Program ini dilakukan dalam masa transisi menuju pencoretan saham pada November 2026.