DWJ Manajement - PORTAL

Livin' Makin Sibuk, Bank Mandiri Catat 1.700 Transaksi per Jam

Oleh: DWJ-Manajement 23 Jul 2026
Livin' Makin Sibuk, Bank Mandiri Catat 1.700 Transaksi per Jam

Livin' by Mandiri Semakin 'Gila', Catat 1.700 Transaksi per Jam Seiring Lonjakan Pengguna

Jakarta - Lanskap perbankan di Indonesia tengah mengalami transformasi radikal. Pergeseran perilaku nasabah dari penggunaan layanan kantor cabang fisik menuju ekosistem digital yang serba cepat kini bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keniscayaan. Salah satu pemain utama yang berhasil menunggangi gelombang ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, yang melalui aplikasi super app miliknya, Livin' by Mandiri, mencatatkan pertumbuhan performa yang sangat impresif.

Dalam laporan terbaru, Bank Mandiri mengungkapkan bahwa aplikasi Livin' kini melayani rata-rata 1.700 transaksi per jam. Angka ini bukan sekadar statistik biasa, melainkan representasi dari kepercayaan jutaan masyarakat Indonesia yang kini menggantungkan seluruh aktivitas finansial mereka di dalam genggaman smartphone. Dengan basis pengguna yang telah menembus angka 41 juta orang, Livin' telah bertransformasi dari sekadar aplikasi mobile banking menjadi pusat gaya hidup digital (digital lifestyle hub) bagi masyarakat.

Dominasi Digital Bank Mandiri Melalui Ekosistem Livin'

Pertumbuhan transaksi yang mencapai 1.700 per jam menunjukkan betapa masifnya penggunaan fitur-fitur di dalam Livin'. Tidak hanya untuk transfer antarbank atau pembayaran tagihan rutin, nasabah kini menggunakan platform ini untuk berbagai keperluan mulai dari investasi, belanja online, hingga pengelolaan kartu kredit dan pembiayaan secara langsung. Skala transaksi yang begitu tinggi dalam satuan jam menuntut infrastruktur teknologi yang sangat tangguh agar tidak terjadi kendala teknis atau lag yang dapat mengganggu pengalaman pengguna.

Keberhasilan Bank Mandiri dalam mengelola beban transaksi sebesar itu membuktikan bahwa investasi besar-besaran mereka di bidang teknologi informasi selama beberapa tahun terakhir mulai membuahkan hasil yang nyata. Strategi "Digital First" yang diusung manajemen tidak hanya bertujuan untuk memodernisasi layanan, tetapi juga untuk menciptakan efisiensi operasional yang luar biasa besar.

Ada beberapa faktor utama yang mendorong tingginya intensitas penggunaan Livin' by Mandiri:

Integrasi Ekosistem yang Luas: Livin' tidak berdiri sendiri sebagai alat transaksi keuangan, melainkan terhubung dengan berbagai merchant, platform e-commerce, hingga layanan gaya hidup lainnya.

User Experience (UX) yang Seamless: Desain antarmuka yang intuitif membuat nasabah, mulai dari generasi Z hingga generasi senior, dapat melakukan transaksi dengan sangat mudah tanpa memerlukan banyak langkah rumit.