DWJ Manajement - PORTAL

LPS Ungkap Ciri Bank Bermasalah: Hati-Hati Jika Tawarkan Bunga Tinggi

Oleh: DWJ-Manajement 06 Sep 2026
LPS Ungkap Ciri Bank Bermasalah: Hati-Hati Jika Tawarkan Bunga Tinggi

Waspada Jebakan Bunga Tinggi! LPS Berikan Peringatan Keras Soal Ciri-Ciri Bank Bermasalah

Jangan Tergiur Keuntungan Instan, Nasabah Diminta Selalu Cek Tingkat Bunga Penjaminan LPS Demi Keamanan Simpanan

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, masyarakat sering kali mencari instrumen investasi atau tempat penyimpanan dana yang menawarkan keuntungan maksimal dalam waktu singkat. Namun, keinginan untuk mendapatkan imbal hasil tinggi ini sering kali mengaburkan logika keamanan finansial. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini mengeluarkan peringatan serius kepada seluruh nasabah perbankan di Indonesia agar tidak terjebak oleh tawaran bunga simpanan yang tidak wajar.

Anggota Dewan Komisioner LPS, Dody Zulverdi, menekankan bahwa salah satu indikator utama sebuah bank sedang mengalami kesulitan atau masuk dalam kategori bermasalah adalah ketika mereka menawarkan tingkat bunga simpanan yang jauh di atas rata-rata pasar atau di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang telah ditetapkan oleh LPS. Strategi ini dinilai sebagai upaya "desperasi" bank untuk menarik likuiditas secara cepat guna menutupi defisit atau masalah keuangan internal mereka.

Mengapa Bunga Tinggi Bisa Menjadi 'Red Flag' bagi Nasabah?

Bagi sebagian orang, bunga tinggi adalah kabar baik. Namun, dalam dunia perbankan, bunga yang terlalu tinggi sering kali menjadi sinyal bahaya. Perbankan memiliki prinsip manajemen risiko yang ketat, di mana setiap bunga yang diberikan kepada nasabah harus dibarengi dengan perhitungan pendapatan yang masuk (interest income) dari penyaluran kredit.

Jika sebuah bank menawarkan bunga yang sangat tinggi, muncul pertanyaan besar: dari mana bank tersebut akan mendapatkan keuntungan untuk membayar bunga tersebut? Jika bank tersebut tidak memiliki penyaluran kredit yang sehat atau sedang mengalami krisis likuiditas, maka pemberian bunga tinggi tersebut hanyalah cara untuk menarik dana masyarakat demi menjaga napas operasional bank agar tidak kolaps.

Dody Zulverdi menjelaskan bahwa nasabah harus memiliki kecerdasan finansial untuk membandingkan tawaran tersebut dengan standar yang ada. Jika bunga yang ditawarkan oleh sebuah bank melampaui batas yang ditetapkan LPS, maka secara otomatis simpanan tersebut tidak akan dijamin oleh LPS jika sewaktu-waktu bank tersebut mengalami kegagalan atau dicabut izin usahanya.

Indikator Utama Bank yang Mengalami Masalah

Selain penawaran bunga yang tidak wajar, terdapat beberapa ciri lain yang patut diwaspadai oleh masyarakat agar tidak terjebak dalam bank yang tidak sehat. Berikut adalah beberapa indikator yang perlu diperhatikan:

Penawaran Bunga di Atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP): Ini adalah ciri yang paling mencolok. Bank yang sedang kesulitan sering kali menggunakan bunga tinggi sebagai magnet untuk menarik dana cepat.