DWJ Manajement - PORTAL

Menko Polkam Ungkap Tantangan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla

Oleh: DWJ-Manajement 10 Aug 2026
Menko Polkam Ungkap Tantangan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla

Menko Polkam Ungkap Tantangan Besar di Balik Operasi Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus mengupayakan berbagai strategi jitu dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi masalah tahunan, terutama saat memasuki musim kemarau ekstrem. Salah satu instrumen utama yang diandalkan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Menko Polkam, Djamari Chaniago, menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca merupakan solusi yang sangat efektif untuk memadamkan titik api di area yang sulit dijangkau oleh tim pemadam darat. Namun, di balik efektivitasnya, terdapat sejumlah tantangan teknis dan alam yang harus dihadapi oleh pemerintah dan instansi terkait dalam mengimplementasikan teknologi ini secara maksimal.

Urgensi Teknologi Modifikasi Cuaca dalam Mitigasi Karhutla

Kebakaran hutan di Indonesia, khususnya di wilayah lahan gambut, memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Api yang merambat di bawah permukaan tanah (ground fire) seringkali sulit dipadamkan hanya dengan menggunakan air dari helikopter water bombing atau upaya manual di lapangan. Dalam kondisi inilah, modifikasi cuaca hadir sebagai upaya "memaksa" alam untuk menurunkan presipitasi atau hujan di lokasi-lokasi strategis.

Menurut Djamari, TMC bukan sekadar menurunkan hujan, melainkan sebuah upaya saintifik untuk mengelola awan agar dapat menghasilkan curah hujan yang terkonsentrasi di area yang membutuhkan. Langkah ini dianggap sebagai garda terdepan dalam mencegah perluasan area terbakar yang dapat berdampak pada kabut asap lintas batas.

Penggunaan TMC dinilai lebih efisien dalam skala besar dibandingkan dengan pengerahan ribuan personel pemadam di lapangan yang memiliki keterbatasan akses logistik. Namun, efektivitas ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan kondisi atmosfer yang ada.

Bagaimana Teknologi Modifikasi Cuaca Bekerja?

Sebelum memahami tantangannya, penting untuk mengetahui bagaimana mekanisme kerja modifikasi cuaca ini dilakukan. Secara garis besar, proses ini melibatkan penyemaian bahan tertentu (seeding) ke dalam awan yang potensial.

Proses tersebut biasanya melibatkan beberapa tahapan kunci, antara lain:

Identifikasi Awan: Menggunakan teknologi satelit dan radar milik BMKG untuk mencari awan kumulus yang memiliki kandungan uap air cukup tinggi.

Penyemaian (Seeding): Pesawat khusus akan terbang ke ketinggian tertentu untuk menyemprotkan bahan higroskopis, seperti garam (NaCl), ke dalam awan.

Proses Kondensasi: Bahan yang disemai akan merangsang partikel air di dalam awan untuk berkumpul dan menjadi lebih berat.