DWJ Manajement - PORTAL

Milenial hingga Boomer Dinilai Jadi Pasar Potensial yang Terlewat

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Milenial hingga Boomer Dinilai Jadi Pasar Potensial yang Terlewat

```html

Jangan Terfokus Hanya pada Gen Z, Riset Ungkap Milenial hingga Boomer adalah Pasar Potensial yang Terlewatkan

Pergeseran perilaku konsumen menunjukkan kelompok usia 40 tahun ke atas memiliki daya beli tinggi dan haus akan pengalaman baru.

Selama ini, dunia pemasaran seolah-olah terjebak dalam sebuah narasi tunggal: bahwa masa depan ekonomi ada di tangan Generasi Z dan Generasi Alpha. Strategi pemasaran digital, tren media sosial, hingga pengembangan produk baru hampir selalu berorientasi pada selera kaum muda yang dinamis dan cepat berubah. Namun, sebuah temuan menarik justru muncul dari arah yang berlawanan.

Riset terbaru dari Hakuhodo menunjukkan adanya fenomena "pasar yang terlewatkan" (missed market). Kelompok usia di atas 40 tahun, yang mencakup Milenial akhir hingga generasi Boomer, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Mereka bukan lagi sekadar kelompok konsumen pasif, melainkan mesin penggerak ekonomi yang sedang bertransformasi secara radikal dalam hal gaya hidup dan pola konsumsi.

Paradigma Lama: Mengapa Brand Sering Mengabaikan Kelompok Usia Matang?

Ada alasan psikologis dan sosiologis mengapa banyak perusahaan cenderung memusatkan anggaran pemasaran mereka pada kelompok usia muda. Kelompok muda dianggap sebagai trendsetter yang mampu menciptakan viralitas. Mereka adalah penggerak utama di platform seperti TikTok atau Instagram, yang secara langsung memengaruhi citra sebuah brand.

Namun, fokus yang terlalu besar pada kelompok usia muda seringkali membuat perusahaan menutup mata terhadap realitas ekonomi yang ada. Kelompok usia di atas 40 tahun seringkali dianggap sebagai kelompok yang sudah "statis" atau memiliki minat yang terbatas pada produk-produk konvensional. Padahal, data menunjukkan bahwa profil demografis ini sedang mengalami perubahan perilaku yang sangat signifikan.

Jika selama ini kelompok usia 40 ke atas hanya dianggap sebagai konsumen kebutuhan pokok atau produk kesehatan, kini mereka telah bergeser menjadi konsumen yang mencari nilai tambah, kualitas, dan, yang paling penting, pengalaman hidup.

Temuan Hakuhodo: Haus Akan Pengalaman dan Pengembangan Diri

Riset Hakuhodo menyoroti satu poin krusial yang membedakan kelompok usia matang ini dengan generasi sebelumnya. Mereka tidak lagi sekadar mengumpulkan aset fisik secara konvensional. Ada pergeseran orientasi dari having (memiliki) menuju being (menjadi/mengalami).

Kelompok usia ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap hal-hal berikut: