DWJ Manajement - PORTAL

OJK Buka-bukaan Kondisi Keuangan RI di Tengah Perang Iran dan Selat Hormuz

Oleh: DWJ-Manajement 07 Sep 2026
OJK Buka-bukaan Kondisi Keuangan RI di Tengah Perang Iran dan Selat Hormuz

```html

OJK Pastikan Sektor Keuangan RI Tetap Kokoh di Tengah Gejolak Konflik Iran dan Ketegangan Selat Hormuz

Pertumbuhan intermediasi yang kuat menjadi bantalan utama ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global.

JAKARTA - Ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik antara Iran dan Israel serta ancaman terhadap jalur perdagangan di Selat Hormuz, telah memicu kekhawatiran pasar keuangan global. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal positif terhadap ketahanan ekonomi domestik. OJK memastikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga dan berada dalam kondisi yang terkendali.

Meskipun volatilitas pasar global meningkat akibat risiko kenaikan harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar, OJK menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, terutama di sektor perbankan dan lembaga keuangan non-bank, masih menunjukkan performa yang solid. Salah satu faktor kunci yang menjadi penopang adalah pertumbuhan fungsi intermediasi yang terus menunjukkan tren positif.

Resiliensi Sektor Keuangan di Tengah Ketidakpastian Global

Ketegangan di Selat Hormuz merupakan isu krusial bagi ekonomi dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi utama distribusi minyak mentah global. Gangguan pada jalur ini berpotensi memicu lonjakan inflasi global yang dapat berdampak pada kebijakan moneter di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, OJK menilai bahwa mekanisme transmisi risiko ke sektor keuangan domestik masih dapat dimitigasi dengan baik.

Menurut otoritas terkait, stabilitas sistem keuangan Indonesia didukung oleh beberapa indikator makroprudensial yang tetap terjaga. Pertumbuhan penyaluran kredit atau intermediasi yang kuat menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan tetap tinggi, meskipun sentimen pasar global sedang mengalami tekanan.

Berikut adalah beberapa poin utama yang menjaga stabilitas sektor keuangan saat ini:

Pertumbuhan Kredit yang Stabil: Penyaluran kredit ke berbagai sektor produktif terus mengalami ekspansi, yang mencerminkan geliat ekonomi riil di dalam negeri.

Likuiditas Perbankan yang Terjaga: Meskipun terjadi aliran modal keluar (capital outflow) di beberapa pasar negara berkembang, likuiditas perbankan nasional masih dalam posisi yang cukup untuk mendukung kegiatan ekonomi.