Proyek PLTS Terapung Karangkates Capai 70 Persen, Siap Perkuat Ketahanan Energi Hijau di Malang
Pembangunan panel surya mengapung di Waduk Karangkates terus dikebut guna mendukung target transisi energi nasional.
Kabupaten Malang kembali menjadi saksi bisu transformasi besar dalam peta energi terbarukan di Indonesia. Proyek ambisius Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung yang berlokasi di kawasan Karangkates terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga saat ini, progres pembangunan fisik dilaporkan telah menyentuh angka 70 persen, menandakan bahwa proyek strategis ini sudah memasuki fase krusial menuju penyelesaian akhir.
Pemanfaatan permukaan air waduk untuk penempatan panel surya ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan sebuah jawaban atas tantangan keterbatasan lahan yang selama ini menjadi kendala utama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya konvensional di darat. Dengan kemajuan yang pesat, proyek ini diproyeksikan akan segera menyuntikkan daya bersih ke jaringan listrik nasional dalam waktu dekat.
Akselerasi Pembangunan Menuju Target Operasional Tahun Ini
Pihak pengelola proyek menyatakan bahwa seluruh tahapan konstruksi, mulai dari pemasangan struktur penyangga (floater), instalasi modul surya, hingga sistem kelistrikan bawah air, sedang dikebut secara intensif. Pencapaian angka 70 persen ini mencakup sebagian besar komponen utama yang diperlukan agar sistem dapat bekerja secara optimal.
Target utama dari proyek ini adalah agar PLTS Terapung Karangkates dapat mulai beroperasi secara komersial pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional. Keberhasilan operasional proyek ini akan menjadi tonggak penting bagi Jawa Timur, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dengan sumber yang lebih ramah lingkungan.
Para pekerja di lapangan dilaporkan bekerja dengan jadwal yang ketat untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat penyelesaian sisa 30 persen pekerjaan. Fokus utama saat ini adalah pada integrasi sistem kontrol dan pengujian konektivitas dengan jaringan transmisi listrik yang sudah ada di sekitar wilayah Karangkates.
Mengapa Memilih Teknologi PLTS Terapung?
Pemilihan teknologi panel surya mengapung atau floating photovoltaic (FPV) di Waduk Karangkates bukanlah tanpa alasan. Teknologi ini menawarkan berbagai keunggulan kompetitif dibandingkan dengan PLTS yang dibangun di atas lahan kering. Mengingat Indonesia adalah negara dengan luas perairan yang melimpah, teknologi ini dianggap sebagai masa depan energi nasional.