Dorong Akselerasi Investasi, Pengusaha Kawasan Industri Minta Audiensi dengan Prabowo Subianto
Himpunan Kawasan Industri (HKI) menekankan pentingnya solusi konkret untuk mengatasi berbagai hambatan investasi guna memperkuat struktur ekonomi nasional.
JAKARTA - Di tengah upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui hilirisasi dan peningkatan daya saing global, sektor industri manufaktur menjadi salah satu pilar utama yang terus mendapat sorotan. Menyadari krusialnya peran tersebut, sejumlah pengusaha kawasan industri kini tengah mendorong langkah strategis untuk mempercepat arus investasi di tanah air.
Perwakilan pengusaha kawasan industri, Surati, mengungkapkan keinginan pihaknya untuk dapat melakukan audiensi atau pertemuan langsung dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Pertemuan ini direncanakan bukan sekadar seremoni, melainkan agenda krusial untuk membahas berbagai rekomendasi strategis terkait percepatan investasi di Indonesia.
Langkah ini diambil menyusul adanya aspirasi dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Himpunan Kawasan Industri (HKI). Para pengusaha menilai, meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya perbaikan iklim investasi, masih terdapat sejumlah "sumbatan" atau hambatan di lapangan yang memerlukan intervensi kebijakan langsung dari pucuk pimpinan negara.
Mencari Solusi Konkret atas Hambatan Investasi
Kawasan industri merupakan gerbang utama masuknya Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Melalui kawasan industri, investor mendapatkan kepastian infrastruktur, legalitas lahan, hingga kemudahan akses logistik. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa perjalanan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia masih menghadapi tantangan yang kompleks.
Surati menegaskan bahwa HKI ingin menawarkan solusi konkret, bukan sekadar daftar keluhan. Pengusaha ingin duduk bersama pemerintah untuk merumuskan bagaimana hambatan-hambatan yang selama ini menjadi kendala dapat diurai melalui regulasi yang lebih sinkron dan implementasi yang lebih efisien.
Menurut para pelaku industri, keberhasilan akselerasi investasi sangat bergantung pada sejauh mana pemerintah mampu memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha. Tanpa adanya sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah, potensi besar yang dimiliki kawasan industri di berbagai wilayah Indonesia tidak akan terserap secara maksimal oleh para investor global.
“Kami ingin membawa rekomendasi yang sudah kami susun secara matang. Fokusnya adalah bagaimana kita bisa mempercepat proses investasi dengan menghilangkan hambatan-hambatan yang bersifat teknis maupun administratif,” ungkap pihak pengusaha dalam sebuah pernyataan terkait.