DWJ Manajement - PORTAL

Perkuat Pasar, BEI Buka Lebar Akses Pendanaan Lewat Bursa

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
Perkuat Pasar, BEI Buka Lebar Akses Pendanaan Lewat Bursa

Perkuat Pasar, BEI Buka Lebar Akses Pendanaan Lewat Bursa: Solusi Strategis di Tengah Volatilitas

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mendorong emiten dan perusahaan untuk memanfaatkan berbagai instrumen pasar modal, termasuk penerbitan obligasi, guna memperkuat struktur permodalan di tengah dinamika ekonomi global.

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya memperkuat ekosistem pasar modal nasional dengan memberikan kemudahan akses pendanaan bagi pelaku usaha. Di tengah kondisi pasar saham yang tengah mengalami volatilitas cukup tinggi, BEI mengajak perusahaan-perusahaan untuk melihat pasar modal bukan sekadar tempat transaksi jual-beli saham, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa diversifikasi sumber pendanaan sangat krusial bagi keberlangsungan perusahaan, terutama saat menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, pasar modal menawarkan berbagai pilihan skema pendanaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing perusahaan.

Strategi Pendanaan di Tengah Ketidakpastian Global

Kondisi ekonomi makro saat ini memang tengah diuji oleh berbagai faktor, mulai dari fluktuasi suku bunga global, ketegangan geopolitik, hingga dinamika inflasi di berbagai negara maju. Hal ini secara langsung berdampak pada sentimen investor di pasar saham, yang memicu volatilitas harga aset secara berkala.

Namun, bagi perusahaan yang memiliki fundamental kuat, volatilitas ini justru dapat menjadi momentum untuk menata ulang strategi keuangan mereka. Jeffrey menekankan bahwa ketergantungan hanya pada satu sumber pendanaan, seperti kredit perbankan, dapat memberikan risiko likuiditas jika kondisi pasar kredit sedang mengetat.

Dengan membuka akses yang lebih lebar terhadap pasar modal, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk memilih antara ekuitas atau utang (debt). Pilihan ini memungkinkan manajemen perusahaan untuk melakukan optimasi biaya modal (cost of capital) secara lebih efisien.

Diversifikasi Instrumen Keuangan: Ekuitas dan Obligasi

BEI mendorong perusahaan untuk tidak hanya terpaku pada mekanisme Initial Public Offering (IPO) atau penerbitan saham baru (rights issue), tetapi juga mulai melirik pasar surat utang atau obligasi. Berikut adalah beberapa instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan di bursa:

Initial Public Offering (IPO): Langkah fundamental untuk mendapatkan modal kerja jangka panjang dari masyarakat luas sekaligus meningkatkan profil transparansi perusahaan.

Rights Issue: Memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk mempertahankan kepemilikan sambil menambah modal perusahaan untuk ekspansi.