DWJ Manajement - PORTAL

Pertamax, Pertamax Turbo, dan Green 95 Kompak Turun Harga

Oleh: DWJ-Manajement 02 Aug 2026
Pertamax, Pertamax Turbo, dan Green 95 Kompak Turun Harga

Kabar Gembira! Harga BBM Non-Subsidi Pertamax, Pertamax Turbo, dan Green 95 Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

JAKARTA - Kabar baik menyelimuti para pemilik kendaraan bermotor di tanah air. Mulai tanggal 1 Agustus 2026, PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan yang selama ini mengandalkan produk-produk berkualitas tinggi dari Pertamina.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penurunan harga ini menyasar tiga produk utama, yakni Pertamax, Pertamax Turbo, dan produk terbaru yang ramah lingkungan, Pertamax Green 95. Penyesuaian ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Detail Penurunan Harga BBM Non-Subsidi

Penurunan harga ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku ekonomi dan konsumen retail. Dengan turunnya harga BBM non-subsidi, biaya operasional kendaraan, baik untuk keperluan pribadi maupun logistik skala kecil, diharapkan dapat sedikit lebih efisien. Meskipun angka pastinya dapat bervariasi di tiap wilayah karena dipengaruhi oleh biaya distribusi dan pajak daerah, tren penurunan secara nasional sudah mulai terlihat sejak pergantian bulan ini.

Berikut adalah ringkasan jenis BBM yang mengalami penurunan harga mulai 1 Agustus 2026:

Pertamax: Produk unggulan dengan nilai oktan (RON) 92 yang menjadi pilihan utama bagi kendaraan modern saat ini.

Pertamax Turbo: Bahan bakar dengan RON 98 yang ditujukan bagi mesin berperforma tinggi atau mesin kompresi tinggi.

Pertamax Green 95: Produk inovatif dengan kandungan bioetanol yang lebih tinggi, menawarkan efisiensi sekaligus menekan emisi karbon.

Penurunan harga pada ketiga produk ini menandakan adanya tren positif dalam harga minyak dunia yang memberikan ruang bagi Pertamina untuk memberikan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen di dalam negeri.