DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Sabet 'Bakti Koperasi Pradana Nayaka' di Koperasi Awards 2026

Oleh: DWJ-Manajement 20 Aug 2026
Pertamina Sabet 'Bakti Koperasi Pradana Nayaka' di Koperasi Awards 2026

Wujudkan Kemandirian Energi di Batam, Pertamina Sabet Penghargaan 'Bakti Koperasi Pradana Nayaka' di Koperasi Awards 2026

BATAM - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan ini berhasil menyabet penghargaan prestisius 'Bakti Koperasi Pradana Nayaka' dalam ajang Koperasi Awards 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata perusahaan dalam memperkuat ekosistem koperasi dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui inovasi energi bersih.

Keberhasilan ini tidak lepas dari keberhasilan implementasi proyek strategis di Pulau Sembur, Batam. Melalui sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih, Pertamina NRE telah berhasil menghadirkan solusi energi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Proyek ini tidak hanya sekadar menyediakan aliran listrik, tetapi juga menjadi katalisator perubahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan akses energi.

Pertamina NRE: Transformasi Energi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Penghargaan 'Bakti Koperasi Pradana Nayaka' merupakan pengakuan tertinggi bagi perusahaan yang dianggap mampu menyelaraskan target bisnis dengan peningkatan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat luas. Dalam konteks Pertamina NRE, penghargaan ini menegaskan bahwa transisi energi yang sedang diusung perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan (Environmental), tetapi juga sangat memperhatikan aspek sosial (Social) dan tata kelola yang inklusif (Governance).

Selama ini, tantangan terbesar dalam pengembangan energi terbarukan di wilayah kepulauan atau daerah terpencil adalah biaya distribusi dan infrastruktur yang kompleks. Namun, Pertamina NRE melihat tantangan tersebut sebagai peluang untuk masuk melalui skema pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan menempatkan koperasi sebagai mitra utama, keberlanjutan operasional teknologi PLTS dapat terjaga karena masyarakat merasa memiliki (sense of ownership) terhadap aset tersebut.

Melalui model ini, Pertamina NRE membuktikan bahwa teknologi canggih seperti panel surya dapat diintegrasikan dengan struktur ekonomi tradisional seperti koperasi desa. Hal ini menciptakan sebuah ekosistem di mana teknologi bekerja untuk manusia, dan manusia mengelola teknologi tersebut untuk kemajuan bersama.

Proyek PLTS Pulau Sembur: Menghadirkan Cahaya di Ujung Batam

Pulau Sembur di Batam dipilih menjadi lokasi pilot project karena karakteristik geografisnya yang memerlukan perhatian khusus dalam hal pemenuhan energi. Sebelum adanya intervensi dari Pertamina NRE dan Koperasi Desa Merah Putih, stabilitas energi di wilayah ini menjadi kendala utama bagi aktivitas produktif warga. Dengan hadirnya PLTS, ketergantungan pada bahan bakar fosil yang mahal dan sulit didistribusikan ke pulau-pulau kecil mulai berkurang secara signifikan.

Penerapan PLTS di Pulau Sembur dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga sekaligus mendukung sektor produktif. Berikut adalah beberapa aspek utama dari proyek tersebut:

Stabilitas Pasokan Listrik: Memberikan akses listrik yang lebih stabil untuk kebutuhan domestik, penerangan jalan, dan fasilitas umum.