DWJ Manajement - PORTAL

Petani Ungkap Biang Kerok Harga Cabai Rawit Hampir Tembus Rp 100 Ribu/Kg

Oleh: DWJ-Manajement 20 Sep 2026
Petani Ungkap Biang Kerok Harga Cabai Rawit Hampir Tembus Rp 100 Ribu/Kg

```html

Harga Cabai Rawit Merah Nyaris Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram, Petani Ungkap Penyebab Utamanya

Kabar mengejutkan datang dari pasar pangan nasional. Komoditas cabai rawit merah, yang selama ini menjadi primadona sekaligus "penentu" inflasi di tingkat rumah tangga, mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit merah dilaporkan telah mendekati angka psikologis Rp 100.000 per kilogram.

Kenaikan ini memicu kekhawatiran luas, mulai dari ibu rumah tangga yang harus memutar otak mengatur anggaran dapur, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti pedagang warung makan yang terancam harus menaikkan harga jual atau mengurangi porsi sambal mereka.

Fenomena "pedasnya" harga cabai ini bukan tanpa alasan. Setelah menelusuri langsung ke lapangan, para petani mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor krusial yang menjadi "biang kerok" di balik meroketnya harga komoditas pedas tersebut.

Faktor Cuaca Ekstrem dan Gangguan Hama

Salah satu alasan utama yang diungkapkan oleh para petani adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Perubahan iklim yang drastis, terutama curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah sentra produksi, menjadi kendala utama dalam proses budidaya cabai.

Menurut penuturan sejumlah petani, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kelembapan tanah meningkat secara ekstrem. Kondisi ini sangat tidak ideal bagi tanaman cabai karena memicu berbagai masalah serius, di antaranya:

Serangan Penyakit Antraknosa (Patek): Jamur penyebab patek sangat cepat berkembang biak di kondisi lembap. Penyakit ini dapat merusak buah cabai dalam waktu singkat, membuatnya busuk dan tidak layak jual.

Pembusukan Akar: Curah hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan drainase lahan yang buruk, sehingga akar tanaman terendam air dan membusuk, yang berujung pada kematian tanaman secara massal.

Gangguan Penyerbukan: Hujan yang sering turun di pagi hari mengganggu proses penyerbukan alami, sehingga jumlah bunga yang berhasil menjadi buah berkurang drastis.

Akibat dari kendala teknis di lahan ini, jumlah produksi atau suplai cabai ke pasar menurun tajam. Hukum ekonomi berlaku: ketika permintaan tetap tinggi namun pasokan menyusut, maka harga secara otomatis akan melonjak ke level yang sangat tinggi.