```html
Prabowo Targetkan Perampingan Masif BUMN: 750 Perusahaan Akan Ditutup, Sisa 300 di Akhir 2026
Langkah radikal diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menata ulang struktur ekonomi nasional melalui sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam sebuah pernyataan strategis, pemerintah menargetkan adanya pengurangan jumlah BUMN secara signifikan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas negara.
Rencana besar ini bukan sekadar perampingan biasa, melainkan sebuah transformasi fundamental yang bertujuan untuk membersihkan struktur perusahaan negara dari unit-unit yang tidak produktif. Prabowo menegaskan bahwa pada akhir tahun 2026, wajah BUMN Indonesia akan sangat berbeda dari kondisi saat ini.
Agenda Besar Prabowo: Menuju Struktur BUMN yang Lebih Ramping dan Tangguh
Dalam visinya untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional, Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya memiliki struktur BUMN yang lincah (agile) dan fokus pada sektor-sektor strategis. Saat ini, jumlah BUMN di Indonesia dinilai masih terlalu gemuk dengan berbagai unit usaha yang memiliki fungsi tumpang tindih atau bahkan tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan negara.
Pemerintah telah menetapkan tenggat waktu yang cukup ambisius untuk melakukan pembersihan besar-besaran ini. Target utamanya adalah pada 31 Desember 2026, jumlah BUMN tidak akan lagi mencapai angka ratusan yang tersebar, melainkan terkonsolidasi menjadi entitas yang lebih kuat.
Target Ambisius Akhir 2026
Prabowo secara eksplisit menyebutkan angka yang mengejutkan publik. Ia menyatakan bahwa pemerintah menargetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN pada akhir tahun 2026. Untuk mencapai angka tersebut, langkah drastis harus diambil, yakni dengan menutup lebih dari 750 BUMN yang dianggap tidak lagi efisien atau tidak lagi sejalan dengan arah kebijakan ekonomi nasional.
"Pada Desember 31 2026 kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup," tegas Prabowo. Pernyataan ini mengirimkan sinyal kuat kepada para pelaku pasar dan manajemen BUMN bahwa era "perusahaan negara yang sekadar ada" telah berakhir, dan kini saatnya beralih ke era perusahaan negara yang kompetitif.
Mengapa 750 BUMN Harus Ditutup?
Keputusan untuk menutup ratusan perusahaan negara bukanlah keputusan yang diambil secara gegabah. Ada berbagai pertimbangan mendalam mengenai kesehatan fiskal negara dan efektivitas penggunaan aset negara. Perampingan ini dipandang sebagai solusi atas beberapa permasalahan kronis yang selama ini membayangi BUMN Indonesia.
Berikut adalah beberapa alasan utama di balik rencana penutupan masif BUMN tersebut: