DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo: MBG Telah Bantu Kristina Lebih Bugar-Fokus

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Prabowo: MBG Telah Bantu Kristina Lebih Bugar-Fokus

Prabowo Subianto Ceritakan Dampak Nyata Program Makan Bergizi Gratis: Kristina Kini Lebih Bugar dan Fokus Belajar

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam sebuah kesempatan terbaru, Prabowo membagikan sebuah kisah inspiratif mengenai seorang anak bernama Kristina, yang menunjukkan dampak langsung dan nyata dari intervensi nutrisi yang diberikan oleh negara.

Menurut Prabowo, kehadiran program Makan Bergizi Gratis telah membawa perubahan signifikan terhadap kondisi fisik dan mental Kristina. Ia menekankan bahwa nutrisi yang tepat bukan sekadar urusan mengenyangkan perut, melainkan fondasi utama bagi pertumbuhan dan kemampuan kognitif anak-anak di usia sekolah.

Transformasi Positif: Dari Kesehatan Fisik hingga Semangat Belajar

Dalam penuturannya, Prabowo mengungkapkan bahwa perubahan yang dialami Kristina terlihat sangat nyata. Sebelum mendapatkan asupan gizi yang teratur melalui program ini, tantangan kesehatan dan konsentrasi sering kali menjadi hambatan bagi anak-anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari di sekolah.

Namun, setelah program MBG berjalan, Prabowo mencatat beberapa perubahan positif yang fundamental pada diri Kristina, di antaranya:

Peningkatan Kebugaran Fisik: Kristina kini terlihat jauh lebih bugar dan memiliki energi yang cukup untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekolah tanpa terlihat cepat lelah.

Fokus Belajar yang Lebih Tajam: Asupan nutrisi yang seimbang terbukti membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi, sehingga Kristina mampu menyerap pelajaran dengan lebih baik di kelas.

Peningkatan Kedisiplinan: Ada kaitan erat antara pemenuhan gizi dengan motivasi sekolah. Prabowo menyebutkan bahwa Kristina kini menjadi lebih rajin dan bersemangat untuk datang ke sekolah setiap harinya.

Hal ini menjadi bukti empiris bagi pemerintah bahwa intervensi gizi di sekolah bukan hanya kebijakan sosial, melainkan investasi strategis dalam bidang pendidikan. Ketika kebutuhan dasar biologis anak terpenuhi, hambatan belajar yang disebabkan oleh rasa lapar atau kekurangan gizi dapat diminimalisir secara signifikan.