DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Sudah Tutup 290 BUMN, Hemat Rp 50 Triliun

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Prabowo Sudah Tutup 290 BUMN, Hemat Rp 50 Triliun

```html

Langkah Berani Presiden Prabowo: Tutup 290 BUMN, Hemat Anggaran Negara Rp 50 Triliun

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah radikal dalam melakukan reformasi struktural di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam upaya mengejar efisiensi fiskal dan penguatan fundamental ekonomi nasional, pemerintah secara resmi telah menutup 290 perusahaan BUMN yang dinilai tidak efisien dan membebani keuangan negara.

Keputusan drastis ini bukan sekadar angka, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah untuk melakukan pembersihan terhadap "perusahaan zombie" atau entitas negara yang terus-menerus menyedot anggaran negara tanpa memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) maupun dividen. Dari penutupan massal ini, pemerintah diklaim berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp 50 triliun.

Restrukturisasi Besar-Besaran demi Efisiensi Fiskal

Langkah penutupan ratusan BUMN ini merupakan bagian dari agenda besar transformasi ekonomi yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selama ini, sektor BUMN seringkali dianggap sebagai sektor yang gemuk namun tidak produktif, di mana banyak perusahaan yang memiliki fungsi tumpang tindih (overlapping) dengan sektor swasta atau bahkan antar sesama BUMN.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menciptakan BUMN yang "lean" atau ramping, namun memiliki dampak (impact) yang masif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan menutup 290 perusahaan yang selama ini mengalami kerugian kronis atau memiliki model bisnis yang tidak lagi relevan, pemerintah kini memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk dialokasikan ke sektor-sektor produktif lainnya.

Penghematan sebesar Rp 50 triliun tersebut merupakan angka yang sangat signifikan. Dana ini diharapkan dapat dialihkan untuk membiayai program-program strategis nasional, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dasar, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

Target 300 BUMN: Menuju Korporasi Negara yang Sehat

Pemerintah tidak berhenti pada penutupan 290 perusahaan tersebut. Langkah ini hanyalah fase awal dari sebuah peta jalan (roadmap) restrukturisasi yang lebih luas. Target akhirnya adalah menyisakan hanya sekitar 300 BUMN yang benar-benar sehat, kompetitif, dan mampu bersaing di kancah global pada akhir tahun ini.

Dengan menyisakan 300 entitas, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap perusahaan negara yang berdiri memiliki peran strategis dalam menguasai hajat hidup orang banyak, namun tetap dikelola dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Pengurangan jumlah perusahaan ini juga bertujuan untuk menghilangkan kompetisi yang tidak sehat antar sesama BUMN yang selama ini justru menghambat efisiensi.

Beberapa alasan utama di balik penetapan target 300 BUMN ini antara lain: